Hubungan antara Perilaku Asertif dengan Penyesuaian Diri pada Siswa Kelas X Asrama SMA MTA Surakarta
ABSTRAK: Alternatif pendidikan
yang ditawarkan untuk
menghasilkan sumber daya
manusia yang berkualitas di
antaranya adalah sekolah
asrama. Siswa kelas
X yang memasuki
s ekolah asrama menghadapi perubahan
dalam dirinya tanpa
orang tua di
lingkungan baru yang
menuntut siswa untuk hidup
mandiri. Perubahan tersebut
dapat menimbulkan stres
pada masa awal
sekolah. Penyesuaian diri diperlukan
untuk dapat mengatasi
kebutuhan dalam dirinya,
sehingga terwujud keselarasan
antara tuntutan dalam diri dengan harapan lingkungan sekitar. Perilaku asertif
adalah pengekspresian hak-hak pribadi
secara positif yang
juga menghargai hak
orang lain. Adanya perilaku asertif dalam diri siswa
dapat meningkatkan hubungan antarpribadi dan interaksi dengan orang lain,
sehingga tercipta penyesuaian diri yang baik pada siswa.
Penelitian ini adalah
penelitian kuantitatif korelasional
yang bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara perilaku
asertif dengan penyesuaian diri.
Sampel dalam penelitian
ini adalah siswa kelas
X asrama SMA
MTA Surakarta sejumlah
68 siswa. Sampling
penelitian ini adalah cluster random sampling. Instrumen
yang digunakan adalah skala penyesuaian diri dengan jumlah aitem valid
26 butir dan reliabilitas
0,854 serta skala perilaku asertif sejumlah 29
aitem valid dengan reliabilitas
0,879.
Analisis data menggunakan
teknik korelasi product moment
Pearson, diperoleh nilai
koefisien korelasi (r) sebesar 0,505; p = 0,000 (p < 0,05), artinya
ada hubungan positif yang signifikan antara perilaku asertif dengan penyesuaian
diri pada siswa kelas X asrama SMA MTA Surakarta. Semakin positif perilaku
asertif, maka akan semakin tinggi penyesuaian diri pada siswa kelas X asrama
SMA MTA Surakarta. Kontribusi
perilaku asertif terhadap
penyesuaian diri pada
siswa kelas X
asrama SMA MTA Surakarta sebesar 25,5%
Penulis: Irzia Roshida
Mardani, Hardjono, Nugraha Arif Karyanta
Kode Jurnal: jppsikologikepribadiandd130029