Hubungan Antara Ketidakamanan Kerja dan Ketidakpuasan Kerja dengan Intensi Turnover pada Karyawan Kontrak di PT. Dan Liris Sukoharjo
ABSTRAK: Sumber daya
manusia dalam sebuah
perusahaan memiliki peran
sentral dalam menggerakkan
roda perkembangan dan laju
produktivitas erusahaan,
oleh karena itu
perlu dipelihara agar
tetap dapat berproduksidengan baik.
Keamanan kerja dan
kepuasan kerja memiliki arti
penting bagi karyawan
kontrak. Apabila ketidakamanan kerja
dan ketidakpuasan kerja
dalam suatu perusahaan
tinggi maka dapat
menyebabkanmeningkatnya angka
turnover yang akan berdampak
pada efisiensi dan
efektivitas kerja. Penelitian
ini bertujuan untuk
mengetahui: 1) Hubungan
antara ketidakamanan kerja
dan ketidakpuasan kerja
dengan intensi turnover pada karyawan
kontrak di PT.
Dan Liris Sukoharjo;
2) Hubungan antara
ketidakamanan kerja dengan
intense turnover pada
karyawan kontrak di
PT. Dan Liris
Sukoharjo; 3) Hubungan
antara ketidakpuasan kerja
dengan intensi turnover pada karyawan kontrak di PT. Dan Liris
Sukoharjo.
Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan kontrak PT. Dan Liris
Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan sampel yang berjumlah 193 karyawan
kontrak. Teknik Sampling menggunakan Simple Random Sampling. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah Skala Intensi Turnover dengan validitas
sebesar 0,248-0,671 dan Reliabilitas Alpha
0,790; Skala Ketidakamanan
Kerja dengan validitas
0,264-0,671 dan Reliabilitas
Alpha 0,744; Skala
Ketidakpuasan Kerja dengan validitas
0,281-0,624 dan Reliabilitas Alpha
0,799. Teknik analisis
data yang digunakan adalah
analisis regresi berganda.
Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai koefisien korelasi
ganda (R) sebesar 0,617; p=0,000 (p<0,05) dan Fhitung 39,074 >
Ftabel 3,07. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa terdapat
hubungan yang signifikan
antara ketidakamanan kerja dan
ketidakpuasan kerja dengan
intensi turnover. Secara parsial
menunjukkan terdapat hubungan positif
yang signifikan antara
ketidakamanan kerja dengan
intensi turnover dengan
koefisien korelasi (r) sebesar
0,242 dengan p=0,006 (p<0,05) serta nilai thitung= 2,805 (>ttabel=
1,979), dan terdapat hubungan positif yang signifikan antara ketidakpuasan
kerja dengan intensi turnover yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi (r) sebesar
0,409 dengan p=0,000 (p<0,05) serta nilai thitung= 5,054 (>ttabel=
1,979).
Penulis: Purwi Sundari,
Munawir Yusuf, Aditya Nanda Priyatama
Kode Jurnal: jppiodd140008