Hubungan Antara Job Insecurity dan Konflik Peran dengan Performansi Kerja Karyawan di Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo

ABSTRAK: Pencapaian  tujuan organisasi  untuk  bertahan  dalam  era  globalisasi akan  terlaksana  bila karyawan menunjukkan performansi  kerja  yang  baik.  Diperlukan  strategi  peningkatan  performansi  kerja  secara  terus-menerus. Apabila strategi  yang  ditetapkan  tidak  direncanakan  dan  dilaksanakan  dengan  optimal  justru  akan  berdampak  negatif, salah  satunya  timbul job  insecurity. Job  insecurity yang  dirasakan  karyawan dalam  jangka  panjang  akan berdampak pada performansi  kerjanya.  Ditambahkan  dalam  suatu  organisasi  kecenderungan  terjadinya  konflik peran tidak dapat dihindarkan. Konflik peran akan berpengaruh negatif terhadap performansi kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara job insecurity dan konflik peran dengan performansi kerja. Subjek  dalam  penelitian  ini  adalah  karyawan  Balai  Besar  Wilayah  Sungai  Bengawan  Solo  sejumlah  62 karyawan. Teknik pengambilan sampel dengan purposive quota sampling, dengan kriteria subjek adalah karyawan berusia  minimal  20  tahun,  masa  kerja  minimal  6  bulan,  dan  latar  belakang  pendidikan  minimal  SLTA  atau sederajat. Alat  pengumpulan  data  yang  digunakan  adalah  skala job  insecurity dengan  reliabilitas 0,872,  skala konflik peran dengan reliabilitas 0,818, dan skala performansi kerja dengan reliabilitas sebesar 0,892. Analisis  data  menggunakan  teknik  analisis  regresi  berganda,  diperoleh  nilai  p sebesar  0,000 <  0,05  dan Fhitung = 48,300  >  Ftabel =  3,153 serta  R  sebesar 0,788.  Hal  ini  berarti  ada  hubungan  negatif  yang  signifikan  antara job insecurity dan  konflik  peran  dengan  performansi  kerja.  Nilai koefisien  determinan (R Square) sebesar  0,621 artinya job  insecurity dan  konflik  peran secara  bersama-sama  memberi  sumbangan  efektif (SE) sebesar  62,1% terhadap performansi  kerja. Dengan  sumbangan  masing-masing 34,35% untuk  variabel job  insecurity dan 27,74% untuk konflik peran.
Kata kunci: performansi kerja, job insecurity, konflik peran
Penulis: Paulina Wijayanti Setiawan, Munawir Yusuf, Aditya Nanda Priyatama
Kode Jurnal: jppiodd120025

Artikel Terkait :