GAMBARAN SELF-ESTEEM PADA PASANGAN SUAMI-ISTRI YANG MENGALAMI INFERTILITAS

Abstrak: Kehadiran  anak  dalam  pernikahan  dianggap  oleh  masyarakat  sebagai  suatu  hal  yang lumrah  terjadi  dan  diinginkan  dalam  pernikahan.  Gender  stereotypes,  kodrat  perempuan, serta  pandangan  budaya  patriarki  yang  berlaku  di  Indonesia  menguatkan  keinginan  dan kebutuhan pasangan suami-istri memiliki anak dalam kehidupan pernikahannya. Namun ada kalanya  pasangan  suami-istri  kesulitan  memiliki  keturunan  atau  dikatakan  pasangan  suami-istri mengalami infertilitas. 
Infertilitas mengacu pada ketidakberhasilan pasangan suami-istri untuk memiliki anak setelah  24  bulan  atau  lebih  melakukan  usaha  memiliki  anak  dengan  melakukan  hubungan seksual  tanpa  menggunakan  alat  kontrasepsi.  Pengalaman  infertilitas  dapat  dipandang berbeda oleh individu  yang mengalaminya. Gambaran  self-esteem pada penelitian ini dilihat dari  kaitan  antara  dimensi  competence  dan  worthiness  yang  mengacu  pada  teori  self-esteem oleh Mruk dan Branden. 
Pengambilan  data  dilakukan  dengan  metode  wawancara  tidak  terstruktur. Karakteristik partisipan pada penelitian ini adalah pasangan suami-istri yang sudah berusaha memiliki  anak  dengan  melakukan  hubungan  seksual  tanpa  menggunakan  alat  kontrasepsi selama 2 tahun atau lebih, tetapi belum mendapatkan anak pertama. Jumlah partisipan  yang berkontribusi  pada  penelitian  ini  adalah  2  pasangan  suami-istri  yang  diwawancarai  secara terpisah baik antar suami dan istri maupun antar pasangan. 
Berdasarkan  hasil  penelitian  ini,  self-esteem  suami  maupun  istri  yang  mengalami infertilitas bergantung dari seberapa pentingnya kehadiran anak bagi masing-masing individu. Faktor nilai diri dan sosial yang dimiliki oleh masing-masing individu memiliki peran penting dalam  self-esteem  suami  maupun  istri  pada  pengalaman  infertilitas.  Selain  itu,  dukungan pasangan juga berperan dalam self-esteem masing-masing individu.
Kata kunci: self esteem, suami, istri, infertilitas
Penulis: Elvina dan Venie Viktoria Rondang Maulina
Kode Jurnal: jppsikologikepribadiandd130014

Artikel Terkait :