Evaluasi Tingkat Kematangan E-Learning Berdasarkan E-Learning Maturity Model (eMM) Di Universitas Riau
Abstrak: Dalam bidang
pendidikan peran teknologi
informasi dan komunikasi (TIK) dimanfaatkan
kegiatan operasional dan
mendukung kegiatan belajar seperti
penerapan pembelajaran berbasis
TIK dikenal dengan e-learning. Dikarenakan
peran yang strategis
tersebut, e-learning perlu dikelola
dengan baik. Di
Universitas Riau e-learning
dibangun untuk mendukung penyampaian
materi pembelajaran kepada mahasiswa. Kondisi e-learning pada saat ini
belum berfungsi optimal disebabkan adanya
permasalahan yang dapat
diakibatkan oleh belum adanya
perencanaan institusi dan
pengelolaan e-learning yang
baik. Oleh karena itu
perlu dilakukan evaluasi
terhadap perencanaan institusi dan
pengelolaan e-learning. Evaluasi
menggunakan e-Learning Maturity
Model (eMM). eMM
adalah sebuah model
untuk mengukur tingkat kematangan e-learning yang terdiri dari 5 proses,
35 subproses dan 5
dimensi. Proses dari
e-learning terdiri dariLearning, Development, Support,
Evaluationdan Organisation. Berdasarkan
evaluasi diperoleh informasi
organisation bahwa tingkat
kematangan berada pada level
2 (terpenuhi sebagian).
Hal ini menunjukkan
ada kekurangan yang besar atau keterbatasan dalam praktek menggunakan e-learning. Dari
evaluasi ini terungkap
bahwa universitas belum memiliki pedoman
penggunaan TIK untuk
pengajaran, minimnya informasi mengenai
program e-learningdan
kurangya partisipasi baik dari mahasiswa maupun dosen untuk
menggunakan program tersebut.
Penulis: Tutut Usahen, Fahmi
Rizal, Efrizon
Kode Jurnal: jppendidikandd130245