Usaha Budi Daya Pepaya Bangkok Dengan Sistem Lahan Sewa
ABSTRAK: Salah satu
bidang agribisnis yang
memiliki prospek baik
untuk pengembangan budi
daya adalah tanaman Pepaya
Bangkok, karena permintaan pasar masih besar, investasi payback period (PBP) yang cepat, harganya relatif stabil, dan panen terus
menerus sepanjang tahun. Peluang pasar masih terbuka lebar, karena pasokan saat
ini masih kurang. Objek kajian adalah budi daya pertanian Pepaya Bangkok, terletak di
Prangkoan Desa Mertoyudan,
Kabupaten Magelang, Jawa
Tengah. Tujuan kajian
untuk (1) Menganalisis kelayakan
usaha budi daya Pepaya Bangkok dengan lahan sendiri dan sistem sewa, serta (2) Mengidentifikasi kiat-kiat
meningkatkan efisiensi budi
daya Pepaya Bangkok
yang paling optimal. Analisis kuantitatif
dilakukan untuk menganalisis
kelayakan finansial menggunakan
kriteria Net Present Value
(NPV), Internal Rate
of Return (IRR),
Benefit/Cost Ratio (B/C
Ratio), Sensitifitas, dan
analisis Brean Even Point (BEP). Nilai NPV budi daya di lahan sendiri
lebih tinggi Rp103.793.371,93, sementara di lahan sewa Rp60.069.785,97. Hal ini
menunjukkan bahwa manfaat bersih yang diterima dari budi daya di lahan sendiri
lebih besar daripada sewa. Dilihat dari nilai IRR dan B/C ratio, menunjukkan
bahwa nilai IRR dan B/C ratio untuk semua budi daya > 0, sehingga baik
dengan mengolah di lahan sendiri, atau di lahan
sewa memenuhi syarat untuk
dilakukan. Bila dilihat
dari BEP, BEP untuk
budi daya lahan
sendiri adalah 1.548 unit
dan Rp6.190.661, sedangkan
untuk di lahan
sewa 6.972 unit
dan Rp10.457.406,67. Perbandingan antara
kelayakan finansial budi
daya kedua tempat
menunjukkan bahwa kedua
jenis usaha, budi daya
di lahan sendiri
lebih layak dibudidayakan. Hal
ini dapat dilihat dari
kriteria kelayakan finansial budi
daya di lahan sendiri memiliki nilai lebih baik.
Penulis: Agung Wijayanto,
Suryahadi dan Amiruddin Saleh
Kode Jurnal: jpmanajemendd120521
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<<