UJI ANTIDIABETIK INFUSA KELOPAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa Linn.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI GLUKOSA
ABSTRAK: Diabetes Mellitus
(DM) terjadi akibat ketidakmampuan menggunakan dan over produksi glukusa
(hiperglikemik). Berbagai jenis pengobatan sudah dilakukan yaitu dengan
menggunakan obat sintesis maupun tradisional. Salah
satunya dengan memanfaatkan kelopak
bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) sebagai obat
tradisional.
Tujuan: Mengetahui pengaruh konsentrasi
infusa kelopak bunga
rosella (Hibiscus
sabdariffa Linn.) terhadap penurunan
kadar glukosa.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni dengan
desain penelitian One Group Pre and Post Test With Control Design. Subjek
penelitian adalah 25 ekor tikus putih
jantan galur wistar yang berumur 2 bulan, dengan berat badan antara 150-200
gram. Variabel bebas adalah infusa kelopak bunga rosella, variabel terikat
adalah penurunan kadar glukosa. Analisis data dengan uji Anova dilanjutkan uji
LSD.
Hasil: Rata - rata penurunan kadar glukosa darah tertinggi pada
konsentrasi 250 mg/200 gBB sebesar 41,86 dan terendah pada konsentrasi 62,5
mg/200 gBB sebesar 10,96. Berdasarkan uji Anova dapat diketahui bahwa p value =
0,000 (p <0,05) artinya ada perbedaan yang bermakna pada berbagai
konsentrasi infusa kelopak bunga rosella terhadap penurunan kadar glukosa darah
pada tikus putih jantan galur wistar. Uji LSD menunjukkan bahwa pasangan
konsentrasi kontrol positif - 62,5 mg/200 gBB mempunyai nilai p value = 0,515
(p >0,05) artinya pasangan tersebut menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan
penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih galur wistar.
Kesimpulan: Ada pengaruh yang bermakna berbagai konsentrasi infusa
kelopak bunga rosella terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih
jantan galur wistar.
Penulis: Hanik Atiqoh, Ratih
Sari Wardani Wulandari Meikawati
Kode Jurnal: jpkesmasdd110074