Strategi Peningkatan Daya Saing Tuna Olahan Indonesia di Pasar Internasional
ABSTRAK: Tuna Indonesia
sebagian besar diekspor dalam segar dan beku (55%), dan 45% di tuna olahan. Oleh
karena itu diperlukan untuk mempelajari daya saing tuna. Metode yang digunakan
adalah Revealed Comparative
Advantage (RCA) dan
analisis Competitive Profile
Matrix (CPM), Pada
tahun 2006-2010, Indonesia
memiliki indeks RCA tuna segar 4,56-8,18, tuna beku 0,49-1,43 dan
proses Ikan tuna 1,25-2,68. Berdasarkan
analisis profil kompetitif,
tiga faktor produksi
dan pemasaran sangat
berpengaruh terhadap daya saing ikan tuna yaitu (1) mutu ikan tuna yang dihasilkan diproses dengan
berat 0,143, (2) tarif dan non
tarif dengan berat 0.114 dan (3) pengembangan dan pasar promosi dengan berat 0,110. Faktor-faktor manusia dan
kelembagaan, faktor yang memiliki peranan penting dalam peningkatan daya saing
adalah (1) Peran Pemerintah dalam pengembangan industri pengolahan tuna dengan
berat 0.147,(2) Ketersediaan sumber daya manusia (SDM)
yang mampu menangani mutu dengan bobot 0,135, dan (3)
peran pemerintah dalam
pencegahan dan penanganan
illegal fishing berat
0,130. Berdasarkan analisis
analisis RCA dan analisis matriks profil kompetitif strategi prioritas yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya
saing tuna Indonesia
yang diproses dengan
faktor-faktor produksi dan
pemasaran seperti (1) Meningkatkan
mutu olahan tuna Indonesia, (2) Mendorong mengatasi hambatan tarif dan non tarif, (3) meningkatkan pengembangan pasar dan
pengetahuan promosi; Prioritas strategik untuk faktorfaktor manusia
dan kelembagaan adalah
(1) Meningkatkan Peran
Pemerintah dalam pengembangan industri pengolahan
tuna, (2) Meningkatkan
kapasitas SDM yang
mampu menangani mutu,
(3) pemberantasan dan pengendalian illegal fishing.
Penulis: Wiji Lestari, Rizal
Syarief dan Komar Sumantadinata
Kode Jurnal: jpmanajemendd130619
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<<