Strategi Pengembangan Usaha Agroindustri Tepung Gandum di Gapoktan Gandum, Kabupaten Bandung
ABSTRAK: Pengembangan gandum
di dalam negeri
diharapkan menjadi alternatif
ketersediaan pangan di dalam
negeri. Pengolahan gandum
menjadi tepung di
Kabupaten Bandung dilakukan
oleh unit usaha agroindustri skala
kecil yang masih
menggunakan teknologi pengolahan
yang cukup sederhana.
Unit usaha agroindustri tepung
gandum ini diharapkan
berkembang menjadi unit
usaha mandiri dan profesional, serta
dikelola secara profesional
dengan ciri berorientasi
bisnis yang sehat,
baik secara teknis, ekonomi,
sosial, layak dan
menguntungkan, serta berkelanjutan. Penelitian
ini bertujuan (1) Mengidentifikasi faktor-faktor
strategik yang mempengaruhi
usaha agroindustri tepung
gandum, (2) Menganalisis kelayakan
usaha agroindustri tepung
gandum, (3) Menyusun
strategi yang tepat
dalam rangka pengembangan usaha
agorindustri tepung gandum
ke depan. Metode
pengumpulan data yang digunakan adalah
pengumpulan data primer
melalui survei lapangan,
wawancara dengan ketua gabungan kelompok
tani (Gapoktan)/manajer, sekretaris
Gapoktan, ketua Kelompok
Usaha Wanita, petugas Dinas
Pertanian dan Dosen
Universitas Padjajaran. Penyebaran
kuesioner dilakukan kepada petani
untuk mendapatkan data
pendukung dengan metode
purposive sampling. Pengumpulan
data sekunder melalui penelusuran
pustaka, dokumen dan
laporan instansi terkait.
Hasil analisis kelayakan usaha menunjukkan
bahwa dari hasil
perhitungan analisis kelayakan
usaha, dengan biaya
investasi Rp105.000.000
nilai Net Present
Value (NPV): Discount
Factor (DF) 14%
Rp47.294.561; Internal Rate Return (IRR) 35,24%; Pay Back Period
(PBP) 2,17 tahun, Benefit Cost Ratio (BCR) 1,84 dan titik impas produksi (Break
Even Point atau
BEP) 19.648,37 Kg.
Nilai-nilai ini menunjukkan
bahwa unit usaha Agroindustri Tepung
Gandum layak dikelola
oleh Gapoktan Gandum.
Total nilai pada
matriks strategik internal 2,802;
menunjukkan unit usaha Agroindustri Tepung Gandum Gapoktan Gandum memiliki
faktor internal tergolong tinggi
dan total matriks
strategik eksternal 3,013
memperlihatkan respons yang diberikan oleh unit usaha Agroindustri
Tepung Gandum Gapoktan Gandum kepada lingkungan eksternal tergolong tinggi,
sehingga posisi perusahaan
pada kuadran kedua.
Berdasarkan analisis alternatif strategik terbaik
diperoleh enam strategik
yang paling efektif
dilakukan oleh unit
usaha Agroindustri Tepung Gandum
adalah (1) Melakukan
Pengutuhan/Pemenuhan Sarana dan
Prasarana Unit Usaha Agroindustri Tepung
Gandum, (2) Membangun
kemitraan dengan industri
makanan dengan tetap menjaga
mutu produk, (3)
meningkatkan produksi dan
produktivitas dalam menghadapi
permintaan gandum yang semakin meningkat, (4), Meningkatkan peran
manajer dalam mengembangkan unit usaha agroindustri tepung
gandum, (5) Mengembangkan
kelembagaan gapoktan dalam
agribisnis gandum untuk mengatasi
perubahan kultur masyarakat,
dan (6) Aktif
menjalin kerja sama
dengan stakeholder terkait dalam
menghadapi permasalahan tepung gandum.
Penulis: Jenny Laura Ulina
Panjaitan, W.H. Limbong dan Ani Suryani
Kode Jurnal: jpmanajemendd120506
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<<