Prospek Usaha Bagi Hasil Penanaman Jati Unggul Nusantara (Studi Kasus Pada Koperasi Perumahan Wanabhakti Nusantara di Kabupaten Bogor)

ABSTRAK: Penanaman  klon  tanaman  Jati  Unggul  Nusantara  (JUN)  di  daerah  Kabupaten  Bogor,  adalah sebuah  model  bisnis  yang  dikembangkan  untuk  Koperasi  Perumahan  Wanabhakti  Nusantara  (UBH-KPWN),  yang  melibatkan  investor,  pemilik  lahan,  masyarakat  (petani)  dan  aparat  desa.  Kegiatan  ini bertujuan mendistribusikan modal kepada masyarakat, penggunaan lahan belum produktif, menyediakan sumber pasokan kayu jati untuk industri dan sebagai penyedia lapangan kerja bagi masyarakat. Investasi JUN di Desa Cogreg, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, telah dilakukan sejak tiga tahun lalu (mulai 2007). tanaman JUN akan dipanen pada tahun kelima (tahun 2012), untuk lima pihak bagi hasil dari nilai penjualan  kayu  panen  JUN.  JUN  tiga  tahun  di  pabrik  Kabupaten  Bogor,  dengan  total  6075  pohon, pengukuran  potensial  dalam  contoh  tanaman  2,5%  dari  total  populasi.  Hasil  diameter  rataan  potensi tanaman 0,11 m/pohon dan tinggi cabang rataan 4,74 m/pohon, menghitung volume rataan 0,044 m3/ha atau  44  m3/pohon,  membawa  total  potensi  tanaman  tiga  tahun  266,28  m3.  Mengingat  potensi pertumbuhan  dan  risiko  kematian  tanaman,  volume  rataan  kenaikan  diproyeksikan  0,021  m3/tahun  atau 21  m3/ha/tahun.  Panen  prospek  di  tahun  kelima  dihitung  dalam  kisaran  86-100  m3/ha,  atau  rataan  91 m3/ha.  Berdasarkan  proyeksi  harga  jual  dasar  kayu  jati  (sortimen  A1  tipe  D  mutu  P  -  M),  pada  tahun kelima  didapatkan  Rp2.135.000-Rp2.408.000,  maka  prospek  penjualan  kayu  JUN  Rp988.630.584-Rp1.462.925.329,  atau  rataan  jual  Rp1.279.294.179.  Berdasarkan  prospek  untuk  panen  kayu  dan  nilai kayu penjualan JUN, maka analisis keuangan yang sesuai (Net Present Value atau NPV, Internal Rate of Return atau IRR, dan Benefit/Cost atau B/C) adalah kegiatan bisnis yang sangat wajar dikelola. Dihitung nilai  hasil  masing-masing  pihak,  yaitu  rataan  pendapatan  (1)  Investor  Rp591.376.022,  (2)  Kepemilikan Tanah Rp147.844.005, (3) Petani Rp270.-037.076, (4) UBH Rp162.022.246 KPWN dan (5) Aparat Desa Rp108.014.830.
Kata kunci:  aparat desa, jati unggul nusantara, investor, pemilik lahan, petani, UBH
Penulis: Muhammad Noor Efansyah, M. Hasjim Bintoro dan W.H. Limbong
Kode Jurnal: jpmanajemendd120504
Pesan jurnal yang anda butuhkan disini.... >>> KLIK DISINI <<<
Atau download gratis di bawah ini:

Artikel Terkait :