PENGEMBANGAN MODEL INDEKS PEMBANGUNAN GIZI

Abstract: Kemajuan pembangunan gizi dapat diukur dengan Indeks Pembangunan Gizi (IPG). Perlu pengembangan instrumen IPG untuk menilai dan memetakan kemajuan pembangunan gizi yang dicapai oleh kabupaten atau kota. Masalah penelitian adalah bagaimana pengembangan model indeks pembangunan gizi. Tujuan penelitian adalah untuk mengembangkan  model indeks pembangunan gizi. Metode penelitian survei dilakukan di kota dan Kabupaten Semarang. Pengkajian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif dilakukan melalui FGD, serta eksplorasi pendapat pakar untuk pengembangan instrumen. Penelitian kuantitatif untuk mengkontruksi instrumen dan pengukuran IPG. Hasil penelitian menunjukkan IPG terdiri dari 4 dimensi utama yaitu status gizi, konsumsi energi dan zat gizi, keamanan pangan, serta gaya hidup. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata IPG Kota Semarang sebesar 0,701 (kategori sedang), dengan rata-rata tiap dimensi adalah : status gizi 0,947 (baik), konsumsi energi dan zat gizi 0,458 (kurang), keamanan pangan 0,729 (sedang), gaya hidup 0,672 (sedang). Rata-rata IPG Kabupaten Semarang sebesar 0,652 (sedang), dengan rata-rata tiap dimensi adalah : status gizi 0,979 (baik), konsumsi energi dan zat gizi 0,474 (kurang), keamanan pangan 0,833 (baik), gaya hidup 0,322 (kurang). Simpulan penelitian menunjukkan rendahnya indeks dimensi gaya hidup (khususnya di Kabupaten Semarang) sehingga perlunya Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) gizi lebih intensif.
Keywords; Nutrition; Development; Index
Penulis: Irwan Budiono
Kode Jurnal: jpkesmasdd130129

Artikel Terkait :