KEBIASAAN MAKAN PAGI, LAMA TIDUR DAN KELELAHAN KERJA (FATIGUE) PADA DOSEN

Abstract: Fatigue merupakan fenomena normal bagi setiap orang sehat, yang dapat dikurangidengan istirahat maupun tidur. Kurang tidur (sleepiness) telah menjadi fokus masalah dalam isukesehatan kerja. Namun, penelitian kelelahan kerja pada dosen masih sangat terbatas dan belummenjadi perhatian. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kebiasaan makan pagi, lamawaktu tidur dengan kelelahan kerja. Metode. Desain cross sectional digunakan dalam penelitian dansebanyak 77 partisipan berasal dari 2 sekolah tinggi ilmu kesehatan swasta di Jawa Barat. Makanpagi dan lama waktu tidur per hari (variabel bebas) diukur menggunakan kuesioner. Kelelahankerja (variabel terikat) diukur menggunakan reaction timer yang dilakukan selama 3 hari dalam 1minggu. Kelelahan kerja merupakan rerata waktu reaksi dari hasil pengukuran. Hasil. Rerata waktutidur 6,12±0,670 jam, sebanyak 52(67,5%) dosen mempunyai kebiasaan makan pagi. Rerata waktureaksi 233,83±46,64 milidetik. Hasil uji statistik menggunakan uji korelasi didapatkan tingkatkelelahan berkorelasi negatif dengan kebiasaan makan pagi (p=0,000; r=-0,472) dan waktu tidur(p=0.000; r=-0,459). Kesimpulan. Kelelahan kerja dosen disebabkan kurang tidur dan intake kaloriyang dibutuhkan untuk beraktivitas. Untuk mengatasi kelelahan kerja perlu peningkatan kesadarandan pengetahuan dosen tentang keselamatan dan kesehatan kerja terutama kebiasaan makan danwaktu istirahat yang baik dan sehat agar menjadi budaya kerja.
Keywords: Fatigue; Sleep duration; Breakfast; University teacher; Workplace
Penulis: Gurdani Yogisutanti, Hari Kusnanto, Lientje Setyawati, Yasumasa Otsuka
Kode Jurnal: jpkesmasdd130141

Artikel Terkait :