INSENTIF DAN KINERJA KADER POSYANDU
Abstract: Drop out kader
sangat mempengaruhi perkembangan posyandu. Drop out dikarenakankurangnya
insentif, baik uang maupun non uang (pelatihan, piagam, bantuan
operasional,seragam, dll), namun insentif apa yang sebenarnya mampu
meningkatkan kinerja kader.Masalah penelitian adalah hubungan insentif uang dan
non uang dengan kinerja kaderposyandu di Puskesmas Wonorejo Samarinda. Tujuan
penelitian untuk mengetahui hubunganinsentif uang (uang transport) dan non uang
(seragam, lomba, tunjangan kesehatan, piagam,sembako, tunjangan hari raya
(THR), bantuan operasional, bantuan alat tulis, kunjunganpihak kelurahan,
kunjungan ketua rukun tetangga (RT), kunjungan pimpinan puskesmas(pimpus), dan
rekreasi) dengan kinerja kader posyandu. Metode penelitian cross
sectional,dengan responden adalah seluruh kader di wilayah kerja Puskesmas
Wonorejo. Hasilpenelitian menunjukkan ada hubungan antara pemberian bantuan
operasional (p=0.002),piagam (p=0.01), uang transport (p=0.009), pelatihan
(p=0.018) dengan kinerja kader. Tidakada hubungan antara seragam (p=0.927),
lomba posyandu (p=0.936), tunjangan kesehatan(p=0.734), sembako (p=0.954), THR
(p=0.493), kunjungan kelurahan (p=0.544), kunjunganketua RT (p=0.1), kunjungan
pimpus (p=0.365) dan rekreasi (p=0.239) dengan kinerja kader.Simpulan
penelitian, variabel yang berhubungan dengan kinerja kader adalah
pemberianbantuan operasional, piagam, uang transport, dan pelatihan.
Penulis: Ratih Wirapuspita
Kode Jurnal: jpkesmasdd130142