INSEKTISIDA SIPERMETHRIN 100 G/L TERHADAP NYAMUK DENGAN METODE PENGASAPAN
Abstract: Penggunaan
insektisida dalam pengendalian vektor sudah lama dilakukan. Malathion sebagai
salah satu insektisida yang banyak digunakan kini mulai dilaporkan terjadinya
resistensi nyamuk terhadapnya. Maka diperlukan jenis insektisida lain yang
dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengendalikan vektor penyakit
khususnya nyamuk yang dapat digunakan oleh Dinas Kesehatan maupun perusahaan.
Permasalahan penelitian adalah bagaimana pengaruh insektisida cypermethrin
terhadap nyamuk vektor DBD (Ae. aegypti), filariasis perkotaan (Cx.
quinquefasciatus), dan malaria (An. Aconitus) dengan aplikasi pengasapan
(thermal fogging). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh insektisida
cypermethrin terhadap vektor nyamuk. Metode penelitian eksperimen. Dalam
penelitian ini telah dilakukan uji insektisida bahan aktif yaitu sipermethrin
100 g/l, terhadap nyamuk vektor DBD (Ae. aegypti), filariasis
perkotaan(Cx.quinquefasciatus), dan malaria (An. Aconitus) dengan aplikasi
pengasapan (thermal fogging). Hasil penelitian menunjukkan insektisida berbahan
aktif cypermethrin 100 g/l pada dosis 100, 150, dan 200 ml/ha dengan pelarut
solar yang diaplikasikan secara pengasapan (thermal fogging) efektif digunakan
untuk membunuh nyamuk vektor DBD Ae.aegypti, vektor filariasis Cx. Quinqefasciatus
dan vektor malaria An. Aconitus di dalam dan di luar rumah dengan tingkat
kematian 100%. Simpulan penelitian adalah insektisida cypermethrin efektif
untuk membunuh vektor nyamuk.
Penulis: Lulus Susanti, Hasan
Boesri
Kode Jurnal: jpkesmasdd120232