HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KECACINGAN PADA MURID SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA
Abstrak: Kecacingan merupakan
penyakit endemik kronik yang diakibatkan satu atau lebih cacing yang masuk ke
dalam tubuh manusia, dengan prevalensi tertinggi terdapat pada anak-anak. Kecacingan
ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor lingkungan, personal
hygiene (kebersihan diri), sosial ekonomi, dan tingkat pengetahuan orang tua.
Personal Hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan
kesehatan seseorang untuk kesejahteraan, baik fisik maupun psikisnya..
Penelitian ini dilaksanakan dengan metode cross sectional, pemilihan sampel
dilakukan 3 tahap yaitu dengan purposive stratified sampling, proporsional
sampling dan simple random sampling. Sampel 110 responden. Analisa data
dengan uji statistik chi square ,
alternative Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan (α) 0,05. Hasil
penelitian menunjukan bahwa dari 110 subjek penelitian, diketahui murid dengan
status personal hygiene baik sebanyak 82 orang (74,5%) dan kurang baik sebanyak
28 orang (25,5%). Hasil laboratorium untuk kecacingan dengan kategori positif
kecacingan sebesar 20% (22 orang) dan dengan kategori negatif kecacingan
sebesar 80% (88 orang). Dari 22 murid yang positif kecacingan, diketahui sekitar
16 orang (72,7,1%) dengan personal hygiene kurang baik dan sekitar 6 orang
(27,3%) dengan personal hygiene baik. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada
hubungan yang bermakna antara personal hygiene dengan kecacingan pada murid
sekolah dasar dengan nilai p value = 0,001.
Penulis: Salni Saharman, Nelly
Mayulu, Rivelino Hamel
Kode Jurnal: jpkeperawatandd130333