HUBUNGAN KEJADIAN MALARIA DAN KECACINGAN DENGAN KADAR FERITIN PADA MURID SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA
Abstrak: salah satu tujuan
dari MDGs memberantas penyebaran malaria
dan penyakit-penyakit utama lainnya, Malaria merupakan penyakit Endemis yang
dijumpai diseluruh dunia, terutama didaerah tropis. Kelompok resiko terserang
malaria yaitu anak-anak. selain malaria yang masih menjadi permasalahan global,
Soil transmited helminthes masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang
luas dan juga diabaikan, terutama
di daerah pedesaan tropis di seluruh dunia. Infeksi Soil transmited Helminths pada anak-anak
dapat menyebabkan anemia dan kekurangan zat besi yang mempengaruhi kadar
feritin. Salah satu fungsi dari feritin yaitu sebagai cadangan zat besi dan
besi dapat dimobilisasi dan digunakan dalam produksi hemoglobin. Fungsi lain
dari feritin sebagai Sistem Pertahanan tubuh dan anti oksidant Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui hubungan kejadian malaria dan kecacingan dengan
kadar feritin metode Penelitian ini dilaksanakan dengan metode cross sectional.
Sampel dalam penelitian ini sebanyak 110 responden yang diambil secara acak
sederhana. Selanjutnya data yang terkumpul diolah dengan bantuan komputer
program SPSS versi 19 untuk dianalisa dengan uji chi-square (x2) pada tingkat
kemaknaan 95% (α0,05). Hasil: dari 110
berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terdapat 22 sampel yang
positif kecacingan dan 88 sampel yang negatif kecacingan dari 22 yang posif
kecacingan terdapat19 anak yang kadar feritinnya kurang, 9 sampel yang positif
malaria dan 101 yang negatif malaria dimana dari 9 anak yang negatif malaria 5
anak yang kadar feritinnya kurang. Kesimpulan
tidak terdapat hubungan antara kejadian malaria dengan kadar feritin
dimana ρ= 0,452 dan terdapat hubungan kecacingan dengan kadar feritin dimana ρ=
0,000
Penulis: Sri M. Buhang, Nelly
Mayulu, Julia Rottie
Kode Jurnal: jpkeperawatandd130339