HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA
Abstrak: Anemia merupakan
masalah medik yang sering dijumpai di klinik di seluruh dunia, di samping
sebagai massalah kesehatan utama masyarakat, terutama di negara berkembang.
Kelaianan ini merupakan penyabab debilitas kronik yang mempunyai dampak besar
terhadap kesejahteraan sosial dan ekonomi serta kesehatan fisik. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Asupan Zat Gizi dengan Kejadian
Anemia. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode cross sectional. Sampel
sebanyak 110 responden yang diambil secara acak sederhana. Selanjutnya data
yang terkumpul diolah dengan bantuan komputer program SPSS versi 19 untuk
dianalisa dengan uji chi-square (x2) pada tingkat kemaknaan 95% (α0,05). Hasil
Asupan Besi menunjukan 45 orang (40,9%) yang tidak memenuhi angka kecukupan
gizi sedangkan yang memenuhi angka kecukupan gizi sebesar (59,1%) atau 65
orang. Asupan Protein Menunjukan 35 orang (31,8%) yang tidak memenuhi angka
kecukupan gizi sedangkan yang memenuhi angka kecukupan gizi sebesar (68,2%)
atau 75 orang. Asupan Vitamin C menuunjukan 24 orang (21,8%) yang tidak
memenuhi angka kecukupan gizi, sedangkan yang memenuhi angka kecukupan gizi
sebesar (78,2%) atau 86 orang. Kejadian Anemian menunjukan 44 orang (30%) yang
anemia, sedangkan yang tidak anemia sebesar (60%) atau 66 orang. Kesimpulan
Terdapat Hubungan yang bermakna Asupan Besi dengan kejadian Anemia dengan
p=0,01 Terdapat hubungan yang bermakna Asupan Protein dengan Kejadian Anemia
dengan p=0,01 Tidak terdapat hubungan yang bermakna Asupan Vitamin C dengan
kejadian Anemia dengan p=0,10.
Penulis: Sri Utami Arifin,
Nelly Mayulu, Julia Rottie
Kode Jurnal: jpkeperawatandd130340