HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KEBISINGAN DENGAN GANGGUAN STRES MASYARAKAT DI PEMUKIMAN SEKITAR REL KERETA API SRAGO GEDE
Abstract: Pemukiman sehat
merupakan suatu tempat tinggal secara permanen, yang berfungsi sebagai tempat
bermukim, beristirahat, berekreasi dan berlindung dari pengaruh lingkungan.
Salah satu perubahan lingkungan adalah adanya kebisingan yang dapat
mengakibatkan gangguan pendengaran, gangguan komunikasi, gangguan tidur dan
stres.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat
kebisingan dengan gangguan stres di permukiman sekitar rel kereta Srago Gede.
Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan cross
sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga di pemukiman
disekitar rel kereta api Srago Gede. Pengambilan sampel dengan menggunakan
teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian menunjukkan, 50% responden terpapar kebisingan yang
tidak memenuhi syarat. Dan 43% responden mengalami gangguan stress tinggi, 27%
responden mengalami gangguan stress rendah. Hasil uji chi square diperoleh
nilai value = 0.034 (p<0.05) yang berarti ada hubungan antara tingkat
kebisingan dengan gangguan stress.
Untuk mengurangi kebisingan, masyarakat disarankan untuk memasang gorden
di jendela dan menanam tanaman tembok.
Kata kunci: Kebisingan
gangguan stress
Penulis: Sri Indah
Kusumaningrum, Sigid Sudaryanto, sri Handayani
Kode Jurnal: jpkesmasdd070005