HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN SINDROMA DISPEPSIA PADA SISWA-SISWI KELAS XI DI SMA NEGERI 1 MANADO
Abstrak: Dispepsia merupakan
kumpulan gejala seperti keluhan nyeri, perasaan tidak nyaman pada saluran cerna
bagian atas. Penyebab timbulnya dispepsia adalah faktor diet dan lingkungan,
sekresi cairan asam lambung, fungsi motorik lambung, persepsi visceral lambung,
psikologi, dan infeksi Helicobacter pylori (Djojoningrat, 2001). Pola makan
sebagian besar proses dan hubungannya belum jelas diketahui. Tujuan penelitian
ini yaitu untuk mengetahui pola makan dari siswa-siswi dengan kejadian sindroma
dispepsia. Penelitian ini menggunakan analitik cross sectional. Responden
penelitian berjumlah 220 siswa-siswi ditentukan dengan metode purposive sampling yang telah memenuhi syarat dan sudah
menandatangani persetujuan. Analisa data mengunakan uji statistik chi Square.
Peneliti memperoleh responden pola makan tidak teratur yaitu 135 orang (61,4%).
Angka kejadian sindroma dispepsia yang positif yaitu 115 orang (52,3%). Hasil
analisa data menunjukan nilai 0,009 probabilitas lebih kecil dari 0,05 (0,000
<0,05). Artinya terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian sindroma
dispepsia pada siswa-siswi kelas XI di SMA Negeri 1 Manado. Saran peneliti
untuk responden dan pihak sekolah agar lebih disiplin dalam mengatur jadwal
makan dan untuk sekolah kiranya lebih memperhatikan lagi pola makan siswa-siswi
menjaga kesehatan secara aktif terutama pada saat jam istirahat kiranya semua
siswa-siswi dapat mengatur waktu sebaik mungkin untuk makan.
Penulis: Inri Milly Sorongan,
Damajanty H.C. Pangemanan, Frenly Muntu Untu
Kode Jurnal: jpkeperawatandd130303