ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGEMBANGAN ‘JAMINAN SOSIAL KESEHATAN SUMATERA SELATAN SEMESTA’ MENYAMBUT UNIVERSAL HEALTH COVERAGE

ABSTRAK:  Program  Jamsoskes  Sumsel  Semesta merupakan  program  berobat  gratis  untuk  pelayanan  kesehatan bagi  masyarakat  Sumsel  yang  belum  mempunyai  jaminan kesehatan.  Sementara  itu,  mulai  tahun  2014  Pemerintah  akan menyelenggarakan  jaminan  kesehatan  secara  menyeluruh (Universal Health Coverage) sesuai amanat UU SJSN. Diketahui dalam  penyelenggaraan  asuransi  ada  namanya  prinsip indemnitas  dimana  tidak  boleh  ada  duplikat  jaminan  sosial, sehingga  tidak  boleh  ada  masyarakat  yang  terjamin  oleh  dua program  dengan  tujuan  berspekulasi  untuk  mencari  untung. Sehingga  pada  penelitian  ini  ingin  diketahui  rencanapengembangan kebijakan penyelenggaraan Jamsoskes Sumsel Semesta  dalam  menyambut  Universal  Health  Coverage  2014.
Metode  Penelitian:  Merupakan  riset  kebijakan  secara kualitatif  dengan  desain  exploratory  pada  penyelenggaraan Jamsoskes  di  Sumsel,  yang  difokuskan  pada  isi  kebijakan, konteks,  pelaku,  dan  proses  kebijakan.  Data  dikumpulkandengan  wawancara  mendalam  dan  obs ervasi.  Sumber informasi  diperoleh  dari  informan  yang  berjumlah  5  orang  dari instansi  Dinas  Kesehatan  Provinsi,  Badan  Perencanaan  dan Pembangunan  Daerah  Sumsel,  dan  Pemerintah  Provinsi  yang dipilih  dengan  teknik  purposive  berdasarkan  pertimbangan keterlibatan dalam Jamsoskes . Analisis yang digunakan adalah analisis  of  policy.
Hasil  dan  Diskusi:  Berdasarkan  hasil  penelitian  diketahui bahwa  Pemprov  Sumsel  tetap  akan  menyelenggarakan Program Jamsoskes dengan pengelolaan seperti sekarang yaitu dikelola  oleh  Dinas  Kesehatan  pada  tahun  2014  mendatang. Beberapa  pertimbangan  yang  dikemukakan  oleh  actor pemangku  kebijakan  antara  lain  dengan  alasan  untuk  efisiensi dan  fleksibelitas  serta  belum  mencakup  semua  masyarakat. Selain itu dalam Perpres Nomor 12 tahun 2013 masih member peluang  Jamkesda  tetap  berkembang  sampai  tahun  2019. Pengembangan  yang  dilakukan  dalam  Jamsoskes  ini  antara lain  pada  peningkatan  mutu  dan  jumlah  pemberi  pelayanan kesehatan. Persiapan yang dilakukan adalah koordinasi dengan Badan  Penyelenggara  Jaminan  Sosial  terkait  jumlah  Penerima Bantuan Iuran (PBI). Hambatan antara lain perilaku masyarakat yang  lebih  memilih  berobat  ke  rumah  sakit  sehingga  dapat mengganggu  sistem  rujukan.
Kesimpulan:  Belum  banyak  upaya  pengembangan  yang dilakukan  oleh  Pemerintah  daerah  pada  kebijakan  Jamsoskes dalam  rangka  persiapan  menghadapi  Universal  Health Coverage 2014. Saran bagi Pemprov Sumsel diharapkan dapat mengembangkan  upaya-upaya  pelayanan  di  Jamsoskes sebagai  penyesuaian  dalam  menyambut  pelaksanaan  Jaminan Kesehatan  Nasional  tahap  kedua.
Kata  Kunci:  Kebijakan,  Jaminan  Kesehatan,  Jamsoskes,Efisiensi
Penulis: Misnaniarti
Kode Jurnal: jpkesmasdd130155

Artikel Terkait :