TROMBOEMBOLI PARU PADA ANAK
Abstract: Tromboemboli paru
dapat terjadi akibat adanya obstruksi pembuluh darah paru oleh trombi.
Tromboemboli paru jarang didiagnosis dan dilaporkan pada anak, kebanyakan bahkan
tidak terdiagnosis sampai setelah dilakukan otopsi. Penyakit yang pada dewasa
meningkatkan risiko terjadinya tromboemboli juga berlaku untuk anak dan remaja.
Penderita dengan tromboemboli paru biasanya mempunyai penyakit yang mendasari
ataupun faktor pencetus, seperti imobilisasi, penggunaan vena sentral, penyakit
jantung, trauma, operasi, infeksi, dehidrasi, keganasan, kelainan hematologi,
serta kegemukan. Lokasi anatomis trombus vena pada anak berbeda dengan dewasa
yaitu pada vena kranialis dan abdominalis, serta seringkali manifestasi
klinisnya tidak jelas. Pada anak, tomboemboli paru harus dipertimbangkan pada
beberapa keadaan, antara lain dalam mengevaluasi hipertensi paru yang tidak
bisa diterangkan penyebabnya, insufisiensi respirasi, dan koagulasi intravaskular
diseminata (KID). Pemeriksaan angiografi paru masih merupakan gold-standard
untuk mendiagnosis tromboemboli paru dan merupakan pemeriksaan yang invasif.
Pemeriksaan non-invasif multidetector helical/spiral computerized tomography
scanning yang mempunyai sensitivitas dan spesifisitas tinggi merupakan teknik
yang diharapkan dapat menggantikan pemeriksaan angiografi paru. Protokol
pengobatan untuk anak masih belum berkembang, tetapi hingga saat ini
antikoagulasi merupakan obat yang digunakan untuk mencegah perluasan bekuan dan
rekurensi tromboemboli.
Kata kunci: Tromboemboli paru,
angiografi paru, multidetector helical/spiral computerized tomography scanning,
anak
Penulis: Diah Asri Wulandari,
Heda Melinda D. Nataprawira
Kode Jurnal: jpkedokterandd090123