Teknik Lem Fibrin Otologus pada Cangkok Konjungtiva Bulbi Mata Kelinci
Abstract: Lem Fibrin Komersial
(LFK) sebagai biomaterial adhesif yang terbuat dari plasma beku segar donor dan
bovine sudah teruji mempunyai berbagai kelebihan dibanding jahitan pada
penempelan cangkok konjungtiva bulbi penderita pterigium. LFK belum tersedia di
Indonesia sehingga peneliti termotivasi untuk membuat Lem Fibrin Otologus (LFO)
yang terbuat langsung dari darah penderita itu sendiri. Tujuan penelitian untuk
mengetahui efektivitas teknik LFO terhadap teknik jahitan pada penempelan
cangkok konjungtiva bulbi. Dilakukan uji eksperimental hewan di laboratorium
Bio Farma Bandung terhadap 24 kelinci New Zealand White, terbagi menjadi
kelompok teknik LFO dan jahitan masing-masing 12 mata, periode September –
Desember 2006. Penilaian meliputi lama operasi dalam skala menit serta
attachment cangkok konjungtiva bulbi pada hari pertama dan satu minggu
pascabedah. Analisis uji statistik secara Mann Whitney dan Wilcoxon rank test.
Lama operasi teknik LFO secara bermakna lebih singkat dibanding jahitan
(p=0,0001), sedangkan attachment jaringan cangkok pada teknik LFO lebih besar
dibanding jahitan (p=0,0001). Penilaian hari pertama dan satu minggu pascabedah
pada teknik LFO mempunyai nilai stabil sedangkan pada teknik jahitan terdapat
perbedaan (p=0,0174). Kesimpulan penelitian ini adalah aplikasi teknik LFO
lebih efektif dibanding teknik jahitan, karena lebih singkat dan attachment
lebih baik serta stabil. [MKB. 2009;41(4):169-73].
Penulis: Sutarya Enus, Nadjwa
Zamalek Dalimoenthe, Angga Kartiwa
Kode Jurnal: jpkedokterandd090115