Perbandingan Keberhasilan Miringoplasti Mediolateral Dengan Medial Dan Lateral
Abstract: Miringoplasti adalah
prosedur pembedahan rekonstruksi yang terbatas memperbaiki perforasi membran
timpani dengan rantai tulang pendengaran utuh, mobil, tidak terdapat jaringan
patologik telinga tengah. Pada tandur lateral, kegagalan operasi berupa lateralisasi
membran timpani serta anterior sulcus blunting yang menyebabkan kontak
neomembran dengan rantai tulang pendengaran tidak adekuat. Pada tandur medial,
kegagalan operasi disebabkan oleh reperforasi anterior membran timpani. Teknik
tandur mediolateral yang merupakan gabungan kedua teknik ini diharapkan dapat
mengatasi kegagalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan
keberhasilan penempatan tandur mediolateral dengan medial dan lateral pada
perforasi membran timpani anterior dan subtotal. Metode: Digunakan uji klinik
rancangan paralel tiga perlakuan. Penelitian dilakukan di Klinik Khusus
Mata-THT dr. Boesoirie Bandung, Januari sampai November 2006. Dilakukan
evaluasi keberhasilan miringoplasti pada perforasi membran timpani anterior dan
subtotal dengan pendekatan transkanal dan anestesi lokal. Variabel yang dinilai
adalah keberhasilan miringoplasti dengan tandur mediolateral dibandingkan
tandur medial serta lateral yang dicapai apabila tandur tumbuh sempurna dengan
peningkatan pendengaran _ 10 dB. Hasil: Dari sembilanpuluh sembilan subjek
didapatkan angka keberhasilan miringoplasti tandur mediolateral sebesar 100%,
tandur medial 90,3%, dan lateral 81,8%. Kesimpulan: Teknik mediolateral lebih
baik dari lateral, tetapi tidak lebih baik dibandingkan teknik medial.
Penulis: Shinta Fitri Boesoirie,
Thaufiq S. Boesoirie, Lina Lasminingrum
Kode Jurnal: jpkedokterandd090116