Self-Reflection and Insight pada Mahasiswa Kedokteran dan Hubungannya dengan Persepsi terhadap Perilaku Profesional
ABSTRAK: Berkaitan dengan
tugas pelayanan kesehatan, diindikasikan bahwa kebanyakan masalah muncul bukan
karena kurangnya pengetahuan atau minimnya keterampilan yang dimiliki seorang
dokter namun lebih karena adanya perilaku yang tidak profesional. Masalah
berkaitan perilaku profesional kemungkinan besar teridentifikasi pada saat
seorang dokter masih menjalani proses pendidikan sebagai mahasiswa kedokteran.
Ada beberapa hal yang dapat dikaitkan dengan perkembangan perilaku profesional,
di antaranya adalah refleksi diri dan kemampuan untuk memahami apa yang terjadi
di sekitarnya. Perilaku mahasiswa yang merefleksikan profesionalisme yang
paling banyak disorot adalah perilaku bertanggung-jawab.
Tujuan: Penelitian ini menguraikan gambaran self-reflection and insight
(SRI) pada mahasiswa kedokteran, gambaran persepsi mahasiswa terhadap perilaku
profesional (bertanggung-jawab) dan menganalisis hubungan di antara keduanya.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan
cross sectional. Subjek penelitian adalah mahasiswa yang masih aktif saat
penelitian berlangsung (angkatan 2009 - 2011). Selain data karakteristik ahasiswa, diperoleh data dari kuesioner berupa
skala SRI dan skala persepsi yang terdiri dari 5 skala likert. Data yang diperoleh
dianalisis dengan analisis statistik deskriptif, uji beda t-test dan Anova
serta uji korelasi Pearson.
Hasil dan Pembahasan: Secara umum gambaran SRI mahasiswa masih rendah
dengan skor rata-rata= 2,46, demikian juga dengan persepsi mahasiswa terhadap
perilaku bertanggung-jawab (skor rata-rata= 2,25). Berdasarkan karakteristik
mahasiswa, perbedaan bermakna pada SRI hanya ditemukan pada asal SMU (p= 0,043)
dan pada persepsi ditemukan pada pekerjaan ayah (p= 0,018). Hasil uji korelasi
menunjukkan adanya hubungan yang cukup antara skor SRI dan skor persepsi (p=
0,0001).
Kesimpulan: Self-reflection dan insight mahasiswa kedokteran FK UMI masih
rendah dan hal tersebut selaras dengan persepsi mahasiswa terhadap perilaku
profesional (bertanggung-jawab) yang juga rendah. Nilai tersebut berbeda-beda
berdasarkan karakteristik latar belakang mahasiswa seperti asal sekolah dan
pekerjaan orang tua menentukan perbedaan level SRI dan persepsi terhadap
profesionalitas (perilaku professional) namun sebagian besar perbedaan tersebut
tidak bermakna.
Penulis: Shulhana Mokhtar, Ova
Emilia, Efrayim Suryadi
Kode Jurnal: jpkedokterandd130165