Prevalensi Demensia di RSUD Raden Mattaher Jambi

ABSTRAK: Peningkatan pelayanan di bidang kesehatan telah meningkatkan usia harapan hidup. Usia harapan hidup di Indonesia tahun 2000 mencapai 67 tahun dan jumlah populasi lansia sebanyak 17 juta (7%). Penurunan fungsi kognitif merupakan masalah penting pada usia lanjut meskipun penyebabnya belum jelas. Demensia didefinisikan sebagai gangguan signifikan (dapat mengganggu kerja normal atau fungsi sosial) dari dua atau lebih domain kognisi, dimana salah satunya adalah memori.
Tujuan : Mengetahui prevalensi demensia di Poliklinik Penyakit Saraf RSUD Raden Mattaher.
Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 108 responden. Responden dipilih mulai usia 45 tahun keatas. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan form MMSE. Analisis data dilakukan dengan menggunakan anilisis univariat dan tabulasi silang.
Hasil : Responden yang mengalami demensia banyak terjadi pada usia ≥ 60 tahun. Perempuan berisiko tinggi menderita demensia. Demensia banyak terjadi pada responden yang tanpa ada pasangan hidup. Semakin rendah tingkat pendidikan responden, semakin tinggi risiko mengalami demensia. Tidak bekerja atau pensiunan meningkatkan risiko demensia. Adanya riwayat diabetes mellitus, hipertensi, stroke, dan riwayat keluarga demensia dapat meningkatkan risiko untuk terjadinya demensia pada responden.
Kesimpulan : Sebanyak 56 responden (51,9%) dalam kondisi normal, 39 responden (36,1%) kemungkinan demensia, dan 13 responden (12,0%) mengalami demensia.
Kata kunci: demensia;sosiodemografi;DM;hipertensi;stroke;demensia pada keluarga
Penulis: Triana Linda Larasati
Kode Jurnal: jpkedokterandd130010

Artikel Terkait :