POTENSI KADAR NEOPTERIN SEBAGAI BIOMARKER UNTUK MONITORING KEMAJUAN TERAPI TB PARU PADA ANAK
ABSTRACT: Kadar neopterin
plasma ditemukan berhubungan dengan efikasi terapi pada tuberkulosis paru
pasien dewasa. Penanda biologis untuk diagnosis tuberkulosis pada anak masih
terus diteliti. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi peran neopterin
sebagai penanda biologis untuk mengevaluasi keberhasilan terapi standar
tuberkulosis paru pada anak. Sebanyak 25 pasien dengan tuberkulosis paru
diikuti selama enam bukan. Kadar neopterin plasma diukur dengan metode ELISA
sebelum terapi, 2, 4, dan 6 bulan sesudah terapi. Sepuluh anak sehat ditetapkan
sebagai kontrol. Hasil menunjukkan pada semua pasien kadar neopterin tertinggi
didapatkan sebelum terapi dengan rerata 0,27 (SD 0,09c ) ng/mL. Kadar neopterin
plasma pada kelompok kontrol 1,50 (SD
0,18) ng/mL, sebelum terapi 1,12 (SD 0,22) ng/mL, bulan kedua 1,08 (SD 0,22)
ng/mL, bulan keempat 0,97 (SD 0,35) ng/mL, dan bulan keenam 0,45 (SD 0,29)
ng/mL. Kadar neopterin tertinggi didapatkan sebelum terapi yang kemudian
menurun secara bertahap sesuai terapi bersamaan dengan perbaikan gejala klinis.
Kadar neopterin pada kontrol lebih tinggi dibandingkan pasien selama masa
pengamatan. Dapat disimpulkan kadar neopterin plasma mempunyai potensi sebagai
biomarker kemajuan terapi tuberkulosis paru anak.
Penulis: Aunillah Hamid
Sholeh, TY Mardining Raras, HMS Chandra Kusuma
Kode Jurnal: jpkedokterandd130406