Perbedaan Pola Sidik Jari Anak-Anak Sindrom Down dan Anak-Anak Normal di Purwokerto

Abstract: Pola sidik jari tidak hanya digunakan untuk mengidentifikasi tindak kejahatan, tetapi dapat juga digunakan untuk menidentifikasi kelainan kromosom seperti Sindrom Down (trisomi 21). Tujuan penelitian ini adalah  mengetahui variasi, perbedaan distribusi pola sidik jari dan perbedaan jumlah sulur ujung jari pada anak-anak Sindrom Down dan anak-anak normal di Purwokerto.
Metode Penelitian: Metode yang digunakan pada penelitian adalah observasi analitik dengan cross sectional study sebagai desain penelitian. Sampel penelitian berjumlah 148 dengan 2 kelompok subjek penelitian yang masing-masing berjumlah 74 orang. Analisis data menggunakan uji Chi-Square (χ2) serta uji alternatif Mann-Whitney test.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata presentase tertinggi pola sidik jari pada penderita Sindrom Down adalah loop ulna (63,4%), sedangkan pada anak normal adalah whorl (37,1%). Terdapat perbedaan rerata yang bermakna dari distribusi pola loop ulna (p=0,000), whorl (p=0,001) dan arch (p=0,000), sedangkan utuk loop radial (p=0,691) tidak menunjukkan perbedaan rerata  yang bermakna kedua tangan antara penderita Sindrom Down dengan anak normal. Rata-rata jumlah sulur ujung jari pada penderita Sindrom Down di SLB C YAKUT Tanjung (144,1) lebih tinggi dibandingkan anak normal di SD KRANJI I Purwokerto (100,5) dengan uji alternatif Mann –Whitney test berbeda nyata pada p = 0,000.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan pola sidik jari ulna, whorl, arch, dan jumlah sulur di antara anak dengan Sindrom Down dan analk normal di Purwokerto.
Keywords: pola sidik jari, Sindrom Down, anak normal
Penulis: Rangga Bagus Irawan, Lantip Rujito, Miko Ferine, Zaenuri Syamsu Hidayat
Kode Jurnal: jpkedokterandd100113

Artikel Terkait :