Perbedaan Luaran Klinis Jangka Panjang Komisurotomi Mitral Transvena Perkutan Berdasarkan Kriteria Keberhasilan Ekokardiografi Dan Kateterisasi

Latar Belakang: Salah satu tatalaksana stenosis mitral adalah menghilangkan obstruksi aliran katup mitral melalui tindakan Komisurotomi Mitral Transvena Perkutan (KMTP). Pencapaian tingkat keberhasilan KMTP yang optimal menurut ekokardiografi berpotensi menimbulkan komplikasi regurgitasi mitral. Di samping itu, saat ini keberhasilan KMTP menurut kriteria kateterisasi belum jelas hubungannya dengan luaran klinis jangka panjang. Penelitian ini bertujuan membandingkan luaran klinis jangka panjang pada pasien yang dilakukan KMTP didasarkan kriteria ekokardiografi dan kateterisasi.
Metode. Studi cross sectionaldilakukan pada pasien stenosis mitral yang menjalani KMTP. Pasien dibagi 2 kelompok berdasarkan kriteria keberhasilan ekokardiografi (MVA >1,5 cm2vs MVA < 1,5 cm2). Dinilai perbedaan luaran klinis jangka panjang yaitu hasil 6-minute walk test dan SF-36 antar kedua kelompok.
Hasil. Didapatkan 22 pasien perempuan yang memenuhi kriteria penelitian, dengan usia 38,8±12,0 tahun dan 63,6% irama fibrilasi atrium. Karakteristik kedua kelompok tidak berbeda bermakna. Hasil 6-minute walk testtidak berbeda bermakna antara kedua kelompok (6,6 ±0,8 vs 7,3±1,0 p = 0,103). Hasil kuesioner SF-36 komponen fisik tidak berbeda bermakna antara kedua kelompok (43,0±7,5% vs 42,1±6,7 p = 0,770). Begitu pula SF-36 komponen mental juga tidak berbeda bermakna antara kedua kelompok (50,7±5,9 vs 53,9±8,9 p = 0,338).
Kesimpulan. Tidak didapatkan perbedaan bermakna luaran klinis jangka panjang antara kelompok KMTP yang berhasil menurut kriteria ekokardiografi dan kelompok yang gagal menurunt kriteria ekokardiografi tetapi berhasil menurut kriteria kateterisasi.
Kata kunci: stenosis mitral, Komisurotomi Mitral Transvena Perkutan, 6 minute walk test, SF-36
Penulis: Diah R Widowati, Yoga Yuniadi, Nani Hersunarti
Kode Jurnal: jpkedokterandd100082

Artikel Terkait :