PERBEDAAN KEPATUHAN MINUM OBAT SEBELUM DAN SETELAH AFIRMASI POSITIF PADA PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS GRIBIG KABUPATEN KUDUS
ABSTRAK: Mencegah resistensi
TB paru telah dilakukan upaya strategi pelaksanaan DOTS (Directly Observed
Treatment Shortcourse). Namun demikian, menumbuhkan kesadaran kepatuhan minum
obat TB, perlu suatu tindakan yang dapat memotivasi secara benar dan konsisten.
Afirmasi merupakan penguatan dalam diri sendiri melalui kalimat positif pendek
yang mencakup suatu hal yang kita inginkan atau hal-hal lain yang ingin kita
rubah dalam hidup kita. Dengan afirmasi dapat mempengaruhi seseorang untuk
patuh terhadap minum obatyang sedang dijalani.
Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan
kepatuhan minum obat sebelum dan setelah afirmasi positif pada penderita TB
paru di Puskesmas Gribig Kabupaten Kudus
Metode Penelitian: Metode dalam penelitian ini adalah pra experiment
dengan desain one-group pre-post test design yang mempunyai tujuan
mengungkapkan hubungan sebab akibat tanpa melibatkan kelompok kontrol dengan
populasi penderita TB paru yang berobat di Puskesmas Gribig Kabupaten Kudus pada
bulan Juli – Desember 2012 yang
berjumlah 30 pasien. Adapun pengambilan sampel dengan tehnik total sampling.
Hasil Penelitian: Hasil analisis uji wilcoxon signed rank test didapatkan
bahwa p value = 0,003 (p value < a) maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha
diterima yang berarti ada perbedaan tingkat kepatuhan minum obat sebelum dan
setelah afirmasi positif Pada Penderita TB Paru di Puskesmas Gribig Kecamatan
Gebog Kabupaten Kudus.
Simpulan: ada perbedaan tingkat kepatuhan minum obat sebelum dan setelah
afirmasi positif Pada Penderita TB Paru di Puskesmas Gribig Kecamatan Gebog
Kabupaten Kudus.Dengan penelitian ini diharapkan ada kelanjutan penelitian ini
dengan desain metode lebih baik.
Penulis: Musyarofah, Anny
Rosiana, henny Siswanti
Kode Jurnal: jpkeperawatandd130148