EFEKTIVITAS PENGGUNAAN LARUTAN NACL DIBANDINGKAN DENGAN D40% TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA ULKUS DM DI RSUD KUDUS
ABSTRAK: Ulkus diabetes
merupakan komplikasi menahun yang paling ditakuti penderita karena lamanya
perawatan serta biaya yang dikeluarkan. Upaya yang dilakukan untuk mencegah
komplikasi yang lebih berat diperlukan intervensi perawatan luka yang efektif
dan efisien. Perawatan luka terbaru adalah menjaga agar luka tetap dalam
kondisi lembab, hal ini dapat dilakukan dengan larutan glukosa seperti D40%.
Perawatan luka dengan NaCl memberikan efek biasa terhadap kesembuhan luka.
Pertimbangan dengan D40% dan luka lembab adalah biaya, kenyamanan dan keamanan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan larutan NaCl
0.9% dibandingkan dengan D40% terhadap proses penyembuhan luka ulkus DM di RSUD
Kudus.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan
pendekatan nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini
adalah penderita diabetes melitus dengan luka ulkus di RSUD Kudus. Teknik
pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling sehingga besar sampel adalah
20 responden (10 untuk perawatan dengan NaCl 0.9% dan 10 untuk perawatan dengan
D40%). Uji analisis data menggunakan uji t-Test Independent Samples Test.
Hasil: Uji statistik t-Test Independent Samples Test didapatkan nilai p
value = 0.001 dan nilai t hitung 4.417, nilai t bersifat dua sisi sehingga
nilai α yang dirujuk adalah α/2 = 0.025 sehingga dapat diketahui bahwa nilai t
tabel = 2.101.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan rata-rata antara penggunaan larutan NaCl
0.9% dibandingkan dengan D40% terhadap proses penyembuhan luka ulkus DM (Ha
diterima dan Ho ditolak) pada taraf signifikansi 5%. Untuk itu diperlukan upaya
keatuhan penderita dalam proses perawatan luka dan terapi serta perawatan
menggunakan metode yang efektif dan efisien agar luka sembuh secara optimal
Penulis: Kristiyaningrum,
Indanah, Tri Suwarto
Kode Jurnal: jpkeperawatandd130147