Perbedaan Kadar Adiponektin, Asimetrik Dimetilarginin Plasma, dan Respons Vasodilatasi Arteri Brakialis antara Dewasa Muda dengan Riwayat Bayi Berat Lahir Rendah dan Normal
Abstract: Adiponektin
mempunyai efek antiaterogenik, antiinflamasi, sensitizer insulin, dan berperan
penting dalam mengatur pertumbuhan janin. Hipoadiponektinemia dapat menyebabkan
disfungsi endotel. Risiko penyakit kardiovaskular meningkat pada subjek dengan
riwayat bayi berat lahir rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan menganalisis
perbedaan kadar adiponektin, asimetrik dimetilarginin (ADMA) plasma dan respons
vasodilatasi arteri brakialis melalui tes flow mediated brachial artery (FMBA)
antara dewasa muda dengan riwayat BBLR dan bayi berat lahir normal (BBLN),
serta korelasi kadar adiponektin dengan fungsi endotel pada BBLR. Penelitian
kohor retrospektif dilakukan periode November 2009–Januari 2010 berasal dari
Growth Study Cohort Tanjungsari Kabupaten Sumedang. Sebanyak 134 subjek dipilih
secara simple random, terdiri atas 67 BBLR dan 67 BBLN yang karakteristik
umumnya sama. Analisis multivariat melalui Hotelling’s trace menunjukkan FMBA,
kadar ADMA, dan adiponektin berbeda bermakna (p<0,001) antara BBLR dan BBLN.
Analisis simultaneous confidence interval menunjukkan kadar adiponektin plasma
dan FMBA bermakna lebih rendah (p=0,015 dan p<0,001) pada BBLR dibandingkan
dengan BBLN. Korelasi tidak bermakna antara kadar adiponektin dan ADMA
(r=-0,16; p=0,176) dan FMBA (r=0,13; p=0,281) BBLR. Kecil peran adiponektin
pada disfungsi endotel, mungkin variabel lain berperan, seperti tumor necrosis
factor α. Simpulan, terdapat perbedaan kadar adiponektin plasma dan FMBA antara
dewasa muda dengan riwayat BBLR dan BBLN, tetapi kecil peran adiponektin pada
disfungsi endotel dewasa muda dengan riwayat BBLR.
Penulis: Augustine
Purnomowati, Sri Hartini K.S. Kariadi, Tri Hanggono Achmad, Johanes C. Mose,
Budhi Setianto
Kode Jurnal: jpkedokterandd120069