Perbandingan Konsentrasi Progesterone-Induced Blocking Factor (PIBF) Urin pada Wanita Hamil Usia Kehamilan < 12 Minggu Normal dan Abortus Iminen di Instalasi Rawat Darurat dan Instalasi Rawat Jalan RSUD Dr. Soetomo Surabaya

ABSTRAK: Kehamilan dapat berakhir pada usia kehamilan yang sangat dini. Keguguran merupakan hilangnya kehamilan baik secara spontan maupun  diinduksi  sebelum  janin  viabel.  Pada  praktik  klinis  sehari-hari  tidak  jarang  kita  jumpai  pemberian  preparat  progesteron sebagai  terapi  suportif  untuk  wanita  hamil  yang  terdiagnosis  sebagai  abortus  iminen/membakat.  Pemberian  preparat  progesteron dapat menggagalkan terjadinya abortus dengan cara menginduksi produksi Progesterone-Induced Blocking Factor (PIBF). Tujuan penelitian  ini  adalah  untuk  membandingkan  antara  konsentrasi  Progesterone-Induced  Blocking  Factor  (PIBF)  pada  urine  wanita hamil  normal 12  minggu  dengan  wanita  yang  mengalami abortus  iminens.  Sampel  terdiri  dari 40 wanita  yang  mengalami  abortus iminens (grup yang diteliti) dan 40 wanita dengan kehamilan normal 12 minggu (grup kontrol). Konsentrasi PIBF pada urin diukur menggunakan Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) dan hasilnya dalam satuan unit ng/ml. Konsentrasi PIBF pada urine pasien dengan abortus iminens (637,13 ± 305,88 ng/ml) lebih rendah secara signifikan dibandingkan kehamilan normal (991,88 ± 97,33 ng/ml) (p = 0,000). Penelitian ini menyimpulkan bahwa wanita yang mengalami abortus iminens memiliki konsentrasi PIBF pada urin lebih rendah dibandingkan wanita dengan kehamilan normal.
Kata kunci: abortus iminens, urin, Progesterone-Induced Blocking Factor
Penulis: Retina Indanwati, Bangun Trapsila Purwaka
Kode Jurnal: jpkedokterandd130044

Artikel Terkait :