Pengetahuan Remaja Putri tentang Cara Melakukan Sadari
Abstrak: Kanker payudara
merupakan jenis kanker yang angka kejadiannya paling tinggi di Indonesia. Kasus
kanker payudara di Kabupaten Sukoharjo mengalami peningkatan dari 402 kasus
pada tahun 2008 dan mencapai 685
kasus pada tahun
2011. Insiden kanker
payudara meningkat sesuai bertambahnya usia.
Akan tetapi, usia
muda bukan menjadi
jaminan aman dari
kanker payudara. Oleh karena itu,
SADARI sangat penting dilakukan pada remaja sebagai upaya deteksi dini kanker payudara. Penelitian
ini bertujuan untuk
mengetahui pengetahuan remaja
putri di Desa
Bakalan tentang cara melakukan
SADARI (prosedur, waktu
dan hasil SADARI).
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif
dengan metode deskriptif
survei. Metode pengambilan
sampel menggunakan proportionate stratified random sampling yang melibatkan 202 responden remaja putri
berusia 12-22 tahun. Data
dikumpulkan dengan menggunakan
kuesioner. Data dianalisis
menggunakan analisis
univariat untuk mengetahui
distribusi frekuensi dan
prosentase dari karakteristik
dan pengetahuan responden. Hasil
analisis didapatkan bahwa
sebanyak 133 responden
(65,8%) memiliki pengetahuan kurang
tentang cara melakukan
SADARI, 92 responden
(45,5%) memiliki pengetahuan
kurang tentang prosedur SADARI, 95 responden (47%) memiliki pengetahuan kurang tentang waktu
SADARI, dan 94
responden (46,5%) memiliki
pengetahuan kurang tentang
hasil SADARI. Pihak Dinkes
Sukoharjo dan puskesmas
setempat diharapkan mampu meningkatkan
pengetahuan remaja putri melalui program sosialisasi sejak dini.
Penulis: Sri Handayani, Sari
Sudarmiati
Kode Jurnal: jpkeperawatandd120140