Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Etanolik Daun Teh Hijau (Camellia sinesis L.) dalam Sediaan Krim terhadap Sifat Fisik dan Aktivitas Antibakteri
ABSTRAK: Teh hijau, merupakan
salah satu tanaman obat yang telah terbukti khasiatnya antara lain sebagai anti
jerawat. Daun teh hijau mengandung 30-40% polifenol yang sebagian besar dikenal
sebagai katekin yang bersifat antimikroba. Untuk memudahkan penggunaan, maka
ekstrak etanolik daun teh hijau dibuat dalam sediaan krim. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak etanolik daun
teh hijau dalam sediaan krim terhadap sifat fisik dan aktivitas antibakteri
khususnya bakteri jerawat serta pada konsentrasi tertentu akan diperoleh krim
ekstrak etanolik daun teh hijau yang paling baik sifat fisik dan aktivitas
antibakterinya.
Metode Penelitian: Pada penelitian ini ekstrak kental daun teh hijau
diperoleh dengan cara maserasi menggunakan larutan penyari etanol 50%. Krim
dibuat dalam lima formula yaitu konsentrasi ekstrak etanolik daun teh hijau 1%,
3%, 5%, 7%, dan 9% menggunakan formula modifikasi antiacne cream. Krim diuji
sifat fisiknya meliputi homogenitas, persen pemisahan, daya sebar dan daya
lekat, aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Data yang
diperoleh dianalisis dengan statistik non parametrik menggunakan uji Kruskal
Wallis dilanjutkan dengan uji Mann Whitney dengan taraf kepercayaan 95%.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan krim ekstrak etanolik
daun teh hijau pada berbagai konsentrasi mempunyai homogenitas yang baik dan
tidak memisah, semakin besar konsentrasi krim ekstrak etanolik daun teh hijau
semakin kecil daya sebar dan daya lekatnya, sedangkan daya hambatnya terhadap
bakteri Staphylococcus aureus semakin besar. Krim ekstrak etanolik daun teh
hijau yang sebanding dengan kontrol positif (Ristra acne creaming) dalam sifat
fisik dan aktivitas antibakterinya yaitu pada konsentrasi 7%.
Penulis: Naniek Widyaningrum,
Mimiek Murrukmihadi, Syarifatun Karunia Ekawati
Kode Jurnal: jpkedokterandd120099