Pengaruh Konseling Genetik pada Tingkat Depresi terhadap Penentuan Gender Ambigus Genitalia

Abstract: Ambigus genitalia merupakan ketidaksesuaian karakteristik yang menentukan jenis kelamin seseorang. Secara umum tingkat kejadiannya untuk mendapatkan penyakit ini adalah 1: 2000. Orang tua merupakan bagian yang paling terpenting dalam penentuan identitas gender dan juga penentuan seks dari anak dengan kelainan ambigus genitalia sehingga dapat menyebabkan orang tua dapat mengalami mengalami depresi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konseling genetic orang tua terhadap tingkat depresi pada penentuan gender ambigus genitalia.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan metode prospektif dengan menggunakan pre-post test group design. Data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan table silang dan analitik menggunakan T-test dengan SPSS versi 15.00.
Hasil Penelitian: Pada penelitian ini didapatkan 20 subyek penelitian. Tujuh pasien dengan gender perempuan didapatkan 4(57%) dengan 46,XX dan 3(42%) dengan 46,XY, sedangkan dari 13 pasien dengan gender laki-laki didapatkan 10(76%) dengan 46,XY, 2(15%) dengan mosaik 45,X/46,XY dan 1(7%) dengan 46,XX. Pemeriksaan skala depresi Hamilton pada pre tes didapatkan hasil 10(50%) depresi ringan, 7(35%) depresi sedang dan 3(15%) depresi berat, pada pos tes 7(35%) tidak ada depresi, 13(65%) depresi ringan. Uji Statistik dengan T-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pre dan post test dari tingkat depresi setelah konseling genetik dengan nilai p<0.05.
Kesimpulan: Konseling genetik berpengaruh terhadap penentuan gender pada anak dengan ambigus genitalia.
Kata kunci: Ambigus genitalia, depresi, konseling genetic
Penulis: Erna Mirani, Achmad Zulfa Juniarto, Ani - Margawati, Sultana MH Faradz
Kode Jurnal: jpkedokterandd100120

Artikel Terkait :