Pengaruh Kafein Terhadap Kualitas Tidur Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Abstrak: Kafein merupakan zat
psikoaktif yang paling sering digunakan dalam masyarakat. Kopi, teh, soda dan
coklat merupakan antara sumber kafein yang tersedia. Efek farmakologi yang
utama adalah sebagai antagonis reseptor adenosin yang dapat mempengaruhi fungsi
sistem saraf pusat serta dapat menganggu kualitas tidur. Kualitas tidur
meliputi aspek kuantitatif dan kualitatif tidur.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kafein terhadap
kualitas tidur mahasiswa Semester VII Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera
Utara tahun 2012. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat
eksperimental dengan desain parallel. Sampel pada penelititan ini adalah
mahasiswa semester VII yang bersedia dan memenuhi criteria inklusi, dipilih
secara consecutive sampling. 30 subyek penelitian dibagi kepada dua kelompok,
yaitu orang yang mendapat kopi berkafein (15 orang) dan yang mendapat kopi
dekafein (15 orang). Kemudian diukur kualitas tidur malamnya dengan menggunakan
Kuesioner Kualitas Tidur. Analisis data dilakukan dengan uji hipotesis
Kolmogrov-smirnov.
Hasil menunjukkan bahwa kualitas tidur 53,3% orang yang mendapat kopi
berkafein berkualitas sedang dan 73,3% orang yang mendapat kopi dekafein
berkualitas baik. Setelah dilakukan uji hipotesis, didapati bahwa terjadi perburukan
yang signifikan kualitas tidur pada orang yang mendapat kopi berkafein (p=
0,003)
Disarankan pada masyarakat terutama mahasiswa agar tidak sering menggunakan kafein terutama pada malam hari
kerana kafein terbukti dapat mengakibatkan perburukan kualitas tidur yaitu dari
aspek jumlah jam tidur yang berkurang, onset tidur yang lebih lama, kepuasan
dan kedalaman tidur yang menurun serta dapat menyebabkan gangguan untuk
beraktivitas pada pagi hari.
Penulis: Nurdiana Binti T
Daswin
Kode Jurnal: jpkedokterandd130090