Pengaruh Alfa Tokoferol pada Efek Ototoksik Sisplatin

Abstract: Kemoterapi sisplatin memiliki efek samping ototoksik, diperantarai radikal bebas, mengakibatkan kematian sel rambut luar koklea, menyebabkan gangguan dengar. Alfa tokoferol memiliki efek otoprotektif terhadap sisplatin pada hewan coba. Diperlukan penelitian lebih lanjut pada manusia. Tujuan penelitian mengukur fungsi pendengaran untuk mengetahui pengaruh pemberian alfa tokoferol per oral pada pencegahan efek ototoksik sisplatin. Dilakukan penelitian uji klinis acak di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung (RSHS) periode Desember 2011–Februari 2012 pada dua kelompok. Kelompok perlakuan menjalani pengobatan standar kemoterapi sisplatin dengan tambahan alfa tokoferol per oral dengan dosis 400 International Unit (IU) per hari sejak 1 hari sebelum kemoterapi selama 30 hari. Kelompok kontrol menjalani pengobatan standar kemoterapi sisplatin. Pemeriksaan fungsi pendengaran dilakukan dengan timpanometri, audiometri, dan distortion product otoacoustic emission (DPOAE) sebelum dan setelah kemoterapi siklus pertama dan kedua. Didapatkan hasil kejadian ototoksik setelah siklus pertama lebih rendah secara bermakna pada kelompok 1 (33,3%) dibandingkan dengan kelompok 2 (66,7%) (p=0,046; IK=95%). Demikian juga dengan kejadian ototoksik setelah siklus kedua lebih rendah secara bermakna pada kelompok 1 (50%) dibandingkan dengan kelompok 2 (88,9%) (p=0,027; IK=95%). Simpulan, terapi alfa tokoferol 400 IU per oral dapat mencegah efek ototoksik sisplatin.
Kata kunci: Alfa tokoferol, ototoksik, sisplatin
Penulis: Yanuar Iman Santosa, Dindy Samiadi, Nur Akbar Aroeman, Pandji Irani Fianza
Kode Jurnal: jpkedokterandd120109

Artikel Terkait :