PENATALAKSANAAN PADA PASIEN ULKUS KORNEA DENGAN PROLAPS IRIS OCULI SINISTRA
ABSTRACT: Pembentukan parut
akibat ulserasi kornea adalah penyebab utama kebutaan dan ganguan penglihatan
di seluruh dunia. Ulkus kornea adalah keadaan patologik kornea yang ditandai
oleh adanya infiltrat supuratif disertai defek kornea bergaung, diskontinuitas
jaringan kornea dapat terjadi dari epitel sampai stroma. Ulkus kornea yang
sembuh akan menimbulkan kekeruhan kornea dan merupakan penyebab kebutaan nomor
dua di Indonesia. Insiden ulkus kornea tahun 1993 adalah 5,3 juta per 100.000
penduduk di Indonesia, sedangkan predisposisi terjadinya ulkus kornea antara
lain terjadi karena trauma, pemakaian lensa kontak, dan kadang-kadang tidak
diketahui penyebabnya. Tujuan penulisan
ini adalah teridentifikasinya faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya
penyakit pasien, serta penatalaksanaan pasien secara tepat. Metode. Laporan
kasus di Rumah Sakit Abdul Moeloek pada bulan Juli 2012 yang ditelaah
berdasarkan evidence based medicine. Hasil. Tn. K, 70 tahun, dengan keluhan
mata kiri tidak dapat melihat sejak 2 minggu yang lalu. Keluhan tersebut
disertai dengan mata yang tampak merah, membengkak dan bagian mata kiri tampak
keluar. Pada pemeriksaan fisik didapatkan Tekanan darah : 160/100mmHg, nadi:
92x/menit, frekuensi napas: 20x/menit, suhu:36,7oC. Mata: Oculi sinistra :
visus: 0, palpebra superior: Hiperemis, nyeri positif, konjungtiva: mix
injection, kornea: perforasi, camera oculi anterior: hipopion, iris: prolaps,
pupil: sulit dinilai, lensa: sulit dinilai. Oculi dekstra : dalam batas normal.
Pemeriksaan penunjang yang dilakukan didapatkan : Haemoglobin : 15,3 gr/dL,
Hematokrit: 46%, Laju endap darah: 10 mm/jam, Leukosit : 10.500 ul, Trombosit :
257.000 ul. Simpulan. Ulkus kornea adalah keadaan patologik kornea yang
ditandai oleh adanya infiltrat supuratif disertai defek kornea bergaung,
diskontinuitas jaringan kornea dapat terjadi dari epitel sampai stroma.
Penulis: Mike Yulia Fandri
Kode Jurnal: jpkedokterandd130185