KUALITAS HIDUP ANAK DENGAN PENYAKIT JANTUNG
ABSTRACT: Anak-anak
dengan penyakit kronis
memiliki risiko lebih tinggi
mengalami gangguan kualitas
hidup dibandingkan anak sehat.
T ujuan dari penelitian ini
adalah untuk menilai kualitas hidup anak
dengan penyakit jantung
menggunakan PedsQL (Pediatrics Quality
of Life). Sampel
dipilih secara konsekutif
diperoleh dari semua
anak dengan penyakit
jantung berusia 2-18 tahun, yang dirawat di Rumah Sakit Umum
Dr . Saiful Anwar dari periode Januari sampai Maret 2012. Semua pasien dengan kondisi medis komorbid atau dengan
gangguan perkembangan saraf
dieksklusi sehingga didapatkan
sampel pada usia 2-4 tahun,
PedsQL memiliki skor terendah pada kecemasan (50,0±39,03). Pada usia 5-7 tahun,
nilai terendah adalah fungsi dari komunikasi,
sementara berdasar laporan
orangtua, skor rendah
pada masalah kecemasan
kontrol dan ketakutan saat
mengambil obat. Pada
usia 8-12 tahun,
skor terendah pada
kemampuan pasien dalam
melakukan aktivitas fisik. Pada
usia 13-18 tahun,
skor terendah pada
masalah kognitif konsentrasi
dan kemampuan belajar .
Tidak ada perbedaan signifikan
kualitas hidup pasien
menurut umur dan jenis
penyakit jantung. Ada
perbedaan yang signifikan antara jenis penyakit jantung
(bawaan atau diperoleh) dengan status gizi pasien (p=0,03). Kualitas hidup
pasien dengan penyakit jantung lebih
rendah daripada populasi
normal karena gangguan
fisik dan psikososial
fase negara kronis.
Penulis: Ariani, Rina Yuda
Novira, Mardhani Yosoprawoto
Kode Jurnal: jpkedokterandd120163