Korelasi Peningkatan Kadar Neuron Spesific Enolase dengan Derajat Keparahan dan Luaran Fungsional Pasien Stroke Infark Aterotrombotik Akut

Abstract: Pada stroke iskemik terjadi kerusakan neuronal serta penurunan glikolisis aerob akibat menurunnya kadar glukosa. Neuron specific enolase (NSE) yang terdapat pada jaringan neuronal banyak tidak terpakai sehingga kadarnya meningkat. Pada kerusakan neuronal serta gangguan membran sel, sawar darah otak terganggu sehingga NSE berdifusi kedalam ekstraselular dan cairan serebrospinal. Peningkatan kadar NSE serum juga berhubungan dengan volume infark dan luasnya kerusakan otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kadar NSE pasien stroke infark aterotrombotik akut, serta korelasinya dengan derajat keparahan stroke dan luaran fungsional. Rancangan penelitian adalah observational analytic dengan pendekatan kohort. Pasien stroke infark aterotrombotik fase akut sebagai kasus, sedangkan kontrolnya orang sehat. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung, mulai Februari sampai Agustus 2008. Pemeriksaan kadar NSE serum dan penilaian tingkat keparahan stroke berdasarkan National Institutes of Health Stroke Scale (NIHSS) dilakukan saat masuk rumah sakit, sedangkan luarannya dinilai pada hari ketujuh dengan indeks Barthel. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat dengan uji statistik Mann-Whitney dan uji Pearson. Dari 43 kasus dan 43 kontrol, didapatkan perbedaan kadar NSE serum yang bermakna rata-rata=11,41 [5,07] ng/mL berbanding 8,93 [3,03] ng/mL (p=0,019). Terdapat korelasi yang bermakna peningkatan kadar NSE serum dengan derajat keparahan yang dinilai berdasarkan skala NIHSS (p=0,024), juga dengan luaran fungsional (p=0,012). Nilai akurasi paling tinggi terdapat pada kadar NSE serum 12ng/mL, dengan sensitivitas 42% dan spesifisitas 84%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kadar NSE serum berkolerasi dengan derajat keparahan serta keluaran fungsional penderita stroke infark.
Kata kunci: Kadar neuron specific enolase,stroke infark, NIHSS, Indeks Barthel
Penulis: Neti Sri Wardiyani, Nurdjaman Nurimaba, Nani Kurniani
Kode Jurnal: jpkedokterandd100101

Artikel Terkait :