KATARAK PEDIATRIK: PROFIL KLINIK DAN FAKTOR DETERMINAN HASIL TERAPI
ABSTRACT: Katarak
pediatrik merupakan salah satu penyebab
utama kebutaan dan low vision pada anak, terutama di negara-negara
berkembang. Studi data
sekunder berbasis rumah
saki dilakukan selama
4 tahun, sejak
Desember 2006 sampai
Desember 2010. Pengumpulan data
meliputi jenis kelamin, usia,
usia onset, faktor
penyebab, bilateralitas, visus
pre dan post
operasi, jenis operasi, komplikasi pre dan post operasi, dan follow up
dari 58 mata yang berasal dari 43 penderita. Data dianalisa secara deskriptif
serta dilakukan analisis
korelasi antara usia
operasi dan jenis
operasi dengan visus
hasil operasi. Penderita berjenis
kelamin laki-laki lebih banyak didapatkan daripada perempuan (67,4%), dengan
penyebab terbanyak katarak pediatrik adalah non traumatik (67,4%) yang
didapatkan sejak lahir (51,6%). Pada kelompok traumatik katarak, usia
penderita dan usia operasi terbanyak
adalah 6-10 tahun
(73,3%), sedangkan kelompok
non traumatik adalah 1-6 (38,7%). Jenis operasi yang terbanyak
dilakukan adalah Extra Capsular Cataract Extraction+Intraocular Lens+iridektomi
perifer (31%). Komplikasi
nystagmus adalah yang
terbanyak didapatkan pada
katarak non traumatik
(34,9%). Pada evaluasi post
operasi, 10 dari 15 penderita (66,7%) pada kelompok traumatik mencapai visus
>6/18, sedangkan 30,2% penderita
katarak non traumatik
mendapatkan visus 1/60-3/60.
Pada penelitian ini
didapatkan korelasi kuat
antara penatalaksanaan operasi yang tertunda dengan buruknya visus pasca
operasi (r=0,707; p=0,000) tetapi tidak didapatkan korelasi antara
tipe operasi dengan
angka kejadian Posterior
Capsular Opacification (r=0,053;
p=0,691). Dapat disimpulkan
katarak non traumatik adalah penyebab utama katarak pediatrik, dengan sebagian
besar kasus terjadi sejak lahir .
Visus post operasi
pada mayoritas kasus
katarak non traumatik
masih tergolong dalam
low vision akibat keterlambatan penatalaksanaan operasi.
Penulis: Lely Retno W,
Kristina Radika HK
Kode Jurnal: jpkedokterandd130415