KARAKTERISTIK KLINIS DAN DEMOGRAFIS PENDERITA KONJUNGTIVITIS YANG BEROBAT
Latar Belakang: Peradangan
konjungtiva disebut konjungtivitis, penyakit ini dapat bervariasi dari
hiperemia ringan dengan mata berair untuk konjungtivitis berat dengan sekret
purulen. Konjungtivitis dibedakan bentuk akut dan kronis. Konjungtivitis dapat
disebabkan oleh bakteri, virus, klamidia, alergi atau imunologi, jamur,
parasit, bahan kimia atau iritasi,
etiologi tidak diketahui, dengan penyakit sistemik. Di Jambi, diperoleh data
bahwa konjungtivitis adalah 10 penyakit terbesar di klinik mata Rumah Sakit
Raden Mattaher 2011 dan menempati urutan ketiga setelah kelainan refraksi dan katarak.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik konjungtivitis klinis dan demografi pasien yang dirawat di klinik mata pasien rawat jalan
di RSUD Raden Mattaher Jambi Periode Oktober-November 2012.
Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif cross-sectional dengan menggunakan
data primer. Sampel dalam penelitian ini adalah semua pasien yang datang untuk
pengobatan konjungtivitis di poliklinik rawat jalan di bagian mata RSUD Raden
Mattaher Jambi Periode oktober-November 2012, dimana semua pasien termasuk
dalam kriteria inklusi.
Hasil: Dari 74 kasus konjungtivitis adalah umum pada orang dengan jenis
kelamin perempuan 38 pasien (51,4%), dan pada pria hanya 36 pasien (48,6%). Sebagian besar
pasien dengan konjungtivitis menurut jenis kelamin (51,4%) adalah perempuan.
Sebagian besar pasien dengan konjungtivitis berdasarkan usia pasien (40,5%)
adalah pasien dengan kelompok usia 11-18 tahun. Sebagian besar pasien berdasarkan
tanda-tanda klinis konjungtivitis (100%) adalah mata merah dan berair. Sebagian
besar pasien dengan konjungtivitis berdasarkan gejala klinis (59,4%) adalah
keluhan gatal.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, distribusi dari konjungtivitis berdasarkan
Demografis dan Klinis, Jika konjungtivitis disebabkan oleh mikroorganisme,
pasien harus diajarkan bagaimana untuk menghindari mata yang sehat kontraminasi
atau mata orang lain, serta lainnya jenis jenis konjungtivitis. Dokter mungkin
memberikan instruksi kepada pasien untuk tidak menggosok mata sakit dan
kemudian menyentuh mata Anda sehat, mencuci tangan setelah setiap kali memegang
mata yang sakit, dan menggunakan kain
lap, handuk, dan sapu tangan baru yang
terpisah untuk membersihkan mata sakit. Perhatian khusus harus dilakukan oleh
perawatan kesehatan pribadi untuk menghindaripenyebaran konjungtivitis antar
pasien.
Penulis: Irana Gustia Shakira,
dr. Mutiara Budi Azhardr. Suwandi Zainul, Sp. M
Kode Jurnal: jpkedokterandd130074