Kadar Protein S-100 Serum Penderita Fraktur Oromaksilofasial yang Disertai Cedera Kepala Ringan

Abstract: Penderita fraktur oromaksilofasial sering disertai dengan cedera kepala karena letak dan strukturnya yang berdekatan. Penilaian kemungkinan untuk lesi intrakranial setelah cedera kepala ringan merupakan tantangan utama dalam mendiagnosisnya. Salah satu metode yang dapat digunakan yaitu dengan menggunakan biomarker (petanda biokimia) protein S-100 serum yang merupakan protein neuron-spesifik. Tujuan penelitian adalah untuk menilai peningkatan kadar protein S-100 serum dan melihat perbedaannya berdasarkan lokasi fraktur oromaksilofasial pada cedera kepala ringan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kontrol yang dilakukan di RS Dr. Hasan Sadikin Bandung pada bulan November 2010–Januari 2011. Sampel berjumlah 76 orang yang terdiri atas 38 penderita dewasa fraktur oromaksilofasial disertai dengan cedera kepala ringan dan 38 orang dewasa sehat sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penderita fraktur oromaksilofasial dengan cedera kepala ringan diperoleh kadar protein S-100 serum rata-rata meningkat sebanyak dua kali lipat, yang secara statistik signifikan dengan t hitung=2,26 atau nilai p=0,0135. Bila kelompok penderita yang satu dibandingkan dengan kelompok penderita lainnya, maka didapatkan hasil yang tidak signifikan secara statistik atau dapat dikatakan mempunyai kadar protein S-100 serum yang sama. Simpulan, pada penderita dewasa fraktur oromaksilofasial disertai cedera kepala ringan terdapat peningkatan kadar protein S-100 serum dan tidak terdapat perbedaan kadar protein S-100 serum berdasarkan lokasi fraktur oromaksilofasial.
Kata kunci: Cedera kepala ringan, fraktur oromaksilofasial, protein S-100 serum
Penulis: Hayana Miguna, Muhammad Zafrullah Arifin
Kode Jurnal: jpkedokterandd120111

Artikel Terkait :