Hubungan Tingkat Obstruksi Paru dengan VO2maks pada Penderita penyakit Paru Obstruktif Kronik Menggunakan Uji Jalan 6 Menit
Abstract: Penyakit Paru
Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit dengan tingkat morbiditas dan
mortalitas tinggi baik di negara industri maupun yang sedang berkembang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jarak tempuh penderita PPOK
menggunakan uji jalan 6 menit dan besarnya hubungan antara FEV1 dan FVC hasil
pemeriksaan uji faal paru dengan V02maks, yang didapatkan dari uji jalan 6
menit.
Metode Penelitian: Sebanyak 30 pasien pasien penyakit paru yang datang ke
Poliklinik Paru dr Priyadi Widjanarko, SpP Jalan Pekunden 1 174 A Semarang pada
bulan Mei 2004 sampai Januari 2005, dilakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik
untuk mendapatkan data dasar dan mendukung kearah diagnosis PPOK. Nilai
rata-rata dan standar deviasi hasil penelitian dianalisa secara deskriptif.
Besarnya hubungan antara tingkat obstruksi paru penderita PPOK dengan V02maks
diuji dengan regresi linear.
Hasil Penelitian: Dalam penelitian ini didapatkan bahwa hanya ada 1 orang
penderita PPOK yang tidak merokok sebelumnya dan 29 orang subyek semua adalah
perokok dengan index Brikman 33 bervariasi dari ringan sampai berat, Indeks
Brikman terendah adalah 30 dan tertinggi adalah 2268. Rata-rata indeks Brikman
adalah 565. FEV1 dengan V02maks menunjukkan hubungan positif dengan koefisien
regresi (r =0.503) dan hubungan tersebut bermakna secara statistik (p <
0,005). Jarak tempuh yang diperoleh saat uji jalan 6 menit dengan V02maks
berhubungan positif (r = 0.756 ), dan hubungan tersebut bermaksna secara statistic
(p < 0,005). Hubungan antara tingkat obstruksi paru dengan VO2maks, yaitu
semakin tinggi nilai FEV1 dan FVC, maka nilai VO2maks akan makin tinggi.
Kesimpulan: Jarak tempuh saat uji jalan 6 menit dengan VO2maks
berhubungan secara positif bermakna, sehingga semakin panjang jarak tempuh saat
uji jalan 6 menit maka akan semakin tinggi VO2maks
Penulis: Ika Rosdiana
Kode Jurnal: jpkedokterandd100122