Hubungan Kebiasaan Makan Dengan Dispepsia Fungsional
Abstrak: Keluhan dispepsia
merupakan keadaan klinis yang sering dijumpai dalam praktek praktis
sehari-hari. Masa remaja termasuk kedalam kelompok rentan gizi karena remaja
mulai merasa bertanggungjawab untuk kebiasaan makan, sikap dan perilaku sehat
mereka sendiri. Kebiasaan makan memiliki peran terhadap faktor resiko timbulnya
dispepsia fungsional.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survei
analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Program Studi
Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi.
Populasi Penelitian adalah seluruh mahasiswa/i Angkatan 2012 sebanyak 83 orang.
Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan, responden dengan kebiasaan makan
buruk yaitu 52 orang (62,65%); kebiasaan makan baik yaitu 31 orang (37,35%).
Kejadian Dispepsia Fungsional positif yaitu 41 orang (49,4 %); negatif yaitu 42
orang (50,6%). Nilai P didapatkan 0,016
(p<0,05), artinya terdapat hubungan antara kebiasaan makan dengan dispepsia
fungsional. Dari hasil pengukuran prevalens ratio, didapatkan PR = 1,85
(PR>1), artinya bahwa kebiasaan makan merupakan faktor resiko terjadinya
dispepsia fungsional.
Kesimpulan: Sebanyak 62,65% mahasiswa/i Angkatan 2012 memiliki kebiasaan
makan buruk. Sebanyak 49,4% mahasiswa/i Angkatan 2012 mengalami positif
dispepsia fungsional dan jenis gejala yang paling banyak dialami yaitu keluhan
cepat kenyang dengan jumlah 30,1%. Terdapat hubungan antara kebiasaan makan
dengan dispepsia fungsional.
Kata Kunci: kebiasaan makan;
dispepsia fungsional; hubungan kebiasaan makan dengan dispepsia fungsional
Penulis: Septy Priantika,
Syofia Nelli, Nyimas Natasha Ayu Shafira
Kode Jurnal: jpkedokterandd130042