Hubungan antara Proteinuria dan Hipoalbuminemia pada Anak dengan Sindrom Nefrotik yang Dirawat di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2009-2012
Abstrak: Sindrom nefrotik
terdiri dari proteinuria massif, hipoalbuminemia, edema, serta dapat disertai
hiperkolesterolemia. Proteinuria merupakan gejala utama pada sindrom nefrotik,
sedangkan gejala klinis lainnya dianggap sebagai manifestasi sekunder.
Kehilangan protein melalui urin menyebabkan terjadinya hipoalbuminemia.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara proteinuria dan
hipoalbuminemia pada anak dengan sindrom nefrotik. Metode yang digunakan adalah
studi retrospektif dengan desain Cross Sectional. Data sekunder diambil dari
rekam medik pasien yang didiagnosis sebagai Sindrom Nefrotik Anak di Rumah
Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang Periode Januari 2009 - April 2012.
Penelitian berlangsung dari Oktober 2011- Desember 2012. Hasil penelitian
menunjukan insiden tertinggi sindrom nefrotik pada kelompok umur >6 tahun
terutama pada anak laki-laki dengan rasio 1,43:1. Sebagian besar pasien memiliki
kadar protein urin semikuantitatif +3 dengan rata-rata kadar protein urin
kuantitatif 3,121 ± 2,157 gr/24 jam. Hampir seluruh pasien mengalami
hipoalbuminemia (98,2%). Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan
yang bermakna antara proteinuria dan hipoalbuminemia (p > 0.05). Hal ini
mungkin disebabkan oleh jumlah subjek yang kurang, sehingga penelitian
selanjutnya diharapkan berlangsung lebih lama agar didapatkan jumlah subjek
yang lebih besar.
Penulis: Pratiwi Dian Pramana,
Mayetti, Husnil Kadri
Kode Jurnal: jpkedokterandd130189