Homologi Gen Seleno Metiltransferase (smt) pada Geobacillus sp. 20k dengan smt Astragalus bisulcatus
Abstract: Metil selenosistein
(MSC) merupakan bentuk selenium yang paling efektif melawan sel kanker.
Pembentukan MSC diperantarai oleh enzim seleno metiltransferase (disandi gen
smt) sebagai mekanisme detoksifikasi selenium dengan cara metilasi
selenosistein. Gen smt telahdikarakterisasi dari tumbuhan yang kaya selenium,
Astragalus bisulcatus. Dilakukan penelitian eksperimental laboratorik terhadap
Geobacillus sp. 20k di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cibinong,
Bogor, periode November 2008–Juni 2009. Gen smt dideteksi dengan polymerase
chain reaction dan sekuensing. Sekuens fragmen DNA dianalisis menggunakan
program basic local alignment search tool (BLAST). Hasil pencarian homologi
menunjukkan gen smt dan homolognya pada umumnya terdapat pada tumbuhan
pengakumulasi selenium, antara lain A. bisulcatus, C. sinensis, dan A. thaliana
dengan kesamaan >85%. Primer yang didesain untuk amplifikasi smt adalah
CAAGCCACCATTCAAGGTTT dan CCCTACTGATCCCGC AATTA. Hasil amplifikasi fragmen DNA
didapatkan sekitar 190 base pair. Sekuens DNA dan translasi proteinnya
teridentifikasi sebagai bagian dari enzim termofilik dan smt A. bisulcatus,
dengan tingkat kesamaan 83% untuk gen smt dan 88–90% untuk proteinnya.
Disimpulkan Geobacillus sp. 20k memiliki gen serupa dengan gen smt A.
bisulcatus sehingga pengembangan lebih lanjut sebagai sumber selenium nontoksik
untuk terapi kanker perlu dipertimbangkan.
Penulis: Evi Triana, Imam
Supardi, Sunarjati Soedigdoadi, Novik Nurhidayat
Kode Jurnal: jpkedokterandd100110