Gangguan Keseimbangan Elektrolit Sesudah Kemoterapi Induksi Remisi pada Anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut

ABSTRAK: Gangguan keseimbangan elektrolit sering di jumpai pada leukemia limfoblastik akut pada anak karena proses leukemia, infiltrasi  organ  dan  kematian  sel  akibat  efek  samping  obat  sitotoksik.  Dari  berbagai  gangguan  tersebut,  gangguan keseimbangan elektrolit (hiperkalemi, hiperfosfatemi dan hipokalsemi) juga hyperuricemia dan azotemia paling sering ditemukan. Meskipun tidak mengancam jiwa, gangguan ini berpotensi menyebabkan efek kardiotoksi akibat kemoterapi seperti kematian mendadak karena aritmia malignant. Studi retrospektif ini dilakukan untuk mengevaluasi perubahan level serum elektrolit (potasium, kalsium, dan fosfor), asam urat dan ureum pada anak dengan ALL dan menerima induksi remisi kemoterapi menggunakan protokol Indonesia ALL-2006. Subjek penelitian adalah 34 anak dengan kasus baru ALL yang menerima remisi induksi kemoterapi. Terdapat peningkatan signifikan level serum potasium (p=0,035) dan fosfor (p=0,039),  sebaliknya  terdapat  penurunan  signifikan  kadar  calcium  serum  (p=0,008).  Disamping  itu  juga  ditemukan peningkatan  kadar  asam  urat  dan  ureum  serum  tetapi  tidak  signifikan.  Dapat  disimpulkan  bahwa  induksi  remisi kemoterapi menggunakan protokol ALL 2006 dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit.
Kata Kunci: Anak, kemoterapi,  ketidakseimbangan elektrolit, leukemia limfoblastik akut
Penulis: Susanto Nugroho
Kode Jurnal: jpkedokterandd100153

Artikel Terkait :