Gangguan fungsi Jantung pada Keadaan Sepsis
Abstrak: Sepsis adalah suatu
keadaan bakteriemia dalam tubuh yang didahului
oleh SIRS. Pada keadaan sepsis yang berat, dapat ber-lanjut menjadi refractory
shock septic dan renjatan septik dengan angka mortalitas yang sangat tinggi,
bahkan mencapai 50% pada pasien yang sedang dirawat inap. Angka kematian ini hampir menyamai kejadian yang diakibatkan
oleh akut miokard infark. Sepsis berat ditandai oleh adanya gangguan pada minimal satu fungsi atau multi organ tubuh.
Sistem kardiovaskular adalah sistem organ yang paling sering terganggu pada
keadaan sepsis, dan hampir selalu terganggu pada keadaan renjatan septik. Pada
keadaan sepsis terjadi depresi fungsi pompa jantung berupa gangguan sistolik
dan diastolik yang ditandai oleh adanya gangguan kontraktilitas ventrikel kanan dan kiri serta
gangguan compliance ventrikel yang akan bermanifestasi dengan penurunan sistem
pompa (fraksi ejeksi) jantung sistemik dan indeks kerja jantung kiri.
Patofisiologi gangguan fungsi jantung pada keadaan sepsis hingga saat ini masih
belum jelas, akan tetapi banyak bukti pada penelitian dengan menggunakan hewan coba
didapatkan tentang adanya agen yang bersifat kardio toksik dalam darah seperti
IL–1, IL – 8, C3a, endotoxin (LPS), sitokin
(IL – 1, IL – 6, TNF – α), endothelin – 1 (ET – 1), nitric oxide (NO),
prostanoid (Tromboxan & Prostasiklin), dan molekul adhesi (intercellular
adhesion molecule-1 & vascular cell adhesion molecule-1), substrat kimia
tersebut memainkan peranan yang penting dalam terjadinya depresi fungsi jantung
pada keadaan sepsis. Terapi definitif dalam mengatasi terjadinya gangguan
fungsi jantung pada keadaan sepsis hingga saat ini belum diketahui, karena
belum didapatkan suatu patomekanisme ditingkat selular yang jelas tentang
terjadinya depresi fungsi jantung pada keadaan sepsis. Terapi suportif pada
keadaan sepsis dengan mencukupi status volume (preload) serta pemberian
inotropik dan atau vasopressor yang diikuti dengan pemberian dosis rendah
kortikosteroid, dosis rendah nitrogliserin (pada pasien tertentu) dan pemberian
statin dalam beberapa percobaan uji klinis dikatakan terbukti mampu memperbaiki
outcome pasien sepsis yang sedang dirawat di rumah sakit. Adanya depresi fungsi
jantung pada keadaan sepsis dihubungkan
dengan prognosis yang buruk bagi pasien yang sedang dirawat di rumah sakit. Artikel
ini membahas tentang
gangguan fungsi jantung,
patofisiologi dan managemen
suportif pasien dewasa
pada keadaan sepsis.
Penulis: Kabul Priyantoro,
Soroy Lardo, Yoga Yuniadi
Kode Jurnal: jpkedokterandd100091