Cara Pemilihan Strategi Kendali Laju dan Irama
Abstrak: Fibrilasi atrium (AF)
merupakan aritmia yang sering ditemukan dan sangat bervariasi dalam presentasi
klinis; hal ini menyebab-kan morbiditas dan mortalitas yang bermakna, termasuk
kualitas hidup terganggu, gagal jantung, emboli sistemik, dan stroke. Diagnosis
yang akurat penting dan harus dibedakan dari atrial flutter maupun kelainan
irama atrial lainnya. Manajemen pasien dengan AF melibatkan 3 tujuan:
pengendalian laju, pengendalian irama, dan pencegahan thromboemboli. Strategi
pengendalian laju, tanpa upaya restorasi atau pemeliharaan irama sinus (SR),
dapat menjadi pilihan yang baik pada beberapa pasien dengan AF, terutama mereka yang
asymptomatik.Dalam keadaan dimana
penyebab AF reversibel,
terapi jangka panjang
mungkin tidak diperlukan. Sistem penilaian CHADS2 dapat digunakan untuk risiko stratifikasi
pasien dengan AF nonvalvular untuk menentukan kebutuhan warfarin. Risiko
tromboemboli atau stroke tidak berbeda antara farmakologis dan listrik CV. Ablasi sistem konduksi AV dengan pemasanag pacu jantung permanen
merupakan pilihan bagi pasien dengan laju ventrikel cepat meski dengan terapi
farmakologis maksimal. Namun, ada kekhawatiran tentang efek negatif pemacuan
ventrikel kanan jangka panjang. Pacu jantung biventrikular dapat mengatasi
banyak efek hemodinamik buruk yang terkait dengan pemacuan ventrikel kanan.
Terapi farmakologi untuk mempertahankan SR harus dipertimbangkan pada pasien
yang simptomatis. Pemilihan obat anti arutmia didasarkan pada profil efek
samping dengan ada atau tidaknya penyakit jantung struktural, gagal jantung,
dan hipertensi. Ablasi Kateter untuk AF saat ini dianggap sebagai terapi lini
kedua pada pasien yang simptomatis dengan kegagalan terhadap satu atau lebih
obat antiaritmia.
Penulis: Dicky A Hanafy
Kode Jurnal: jpkedokterandd100092